Memprihatinkan: ASEAN Bloggers Action Plan

ASEAN Blogger Festival Solo. Foto punya Anggara Mahendra.

Seorang teman mengirimkan hasil ASEAN Blogger Festival di Solo.

Aku sendiri tidak ikut ke sana. Salah satunya karena tabrakan dengan pekerjaan. Salah lainnya karena biar teman-teman lain yang ikut. Biar tidak elu lagi elu lagi tiap kali ada kopdaran para blogger.

Continue reading “Memprihatinkan: ASEAN Bloggers Action Plan”

Menjura untuk Komunitas Blogger Flobamora

Flores itu salah satu medan paling berat.

Dari ujung ke ujung, jalanan sepanjang pulau ini naik turun berliku-liku dengan kondisi jalan banyak rusak. Tiap kali ke sini, aku merasa harus bersiap menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. Naik turun. Berliku-liku. Kadang-kadang harus turun dulu karena jalanan rusak.

Continue reading “Menjura untuk Komunitas Blogger Flobamora”

Perlukah Komunitas Blogger Dilegalformalkan?

Tuteh menyeretku untuk ikut membahas topik dilematis ini.

Blogger yang tinggal di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tiba-tiba mention aku di twitnya Minggu lalu. Padahal, aku masih capek sepulang dari Kintamani usai ikut kerja bakti menanam pohon rame-rame di lereng Gunung Batur.

Continue reading “Perlukah Komunitas Blogger Dilegalformalkan?”

Stempelan ala Komunitas Blogger ASEAN

Tanpa mikrofon, aku harus berteriak untuk bersuara. Tapi, percuma.

Suara itu tak didengar sama sekali. Dua moderator di depan tak mendengarnya. Mereka sibuk mengubah beberapa kata yang terlihat di layar tanpa mengacuhkan apa yang aku sampaikan. Pendapatku diabaikan.

Continue reading “Stempelan ala Komunitas Blogger ASEAN”

Bertemu Sanak Saudara Dunia Maya

Setelah tiga atau empat kali kami gagal bertemu, akhirnya kami bertemu juga di Jakarta.

Inilah dia, Rara, dokter gigi yang juga pendiri komunitas blogger Makassar, AngingMammiri. Kami bertemu Jumat lalu di Jakarta ketika kami sama-sama ikut diskusi terfokus tentang etika internet yang diadakan Internet Sehat. Kalau tidak karena diskusi ini, belum tentu kami bisa bertemu.

Continue reading “Bertemu Sanak Saudara Dunia Maya”

Mereka Peduli. Anda Tidak, Pak Menteri..

Ketika Kedutaan Amerika Serikat mengundangku sebagai embedded blogger, diam-diam aku meratap juga.

Kalau Amerika begitu peduli pada warga dunia maya (netizen) khususnya blogger, kenapa justru pemerintah Indonesia begitu ketakutan terhadap kami? Kalau Amerika memberi tempat begitu istimewa pada blogger, kenapa pemerintah tak pernah mengajak kami? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang mengusik kepalaku.

Continue reading “Mereka Peduli. Anda Tidak, Pak Menteri..”