“Dua nasi campur, Bu,” kata saya pada ibu yang melayani pembeli di warung Made Weti Sanut, Minggu (22/2) lalu.
“Ya, Pak. Tunggu ya,” kata ibu itu sambil sibuk melayani pembeli lain. Dia menyendok nasi, memasukkan berbagai macam lauk, lalu memberikannya pada perempuan lain yang berdiri membantunya mengantarkan nasi itu pada pembeli.


