Akhirnya, COVID-19 Masuk Rumah Kami

Bani ketika tes COVID-19.

Syukurlah, kuda troya itu tak sampai melumpuhkan kami.

Setelah isolasi mandiri selama sembilan hari, Bani tes COVID-19 untuk kedua kali pada Rabu (23/2). Hasilnya, negatif! Kami pun bisa bernapas lega dan kemudian merayakannya dengan dua burger istimewa.

Continue reading “Akhirnya, COVID-19 Masuk Rumah Kami”

Biar Anak Tak Jadi Budak Gawai

Ilustrasi anak sedang main gim daring. Foto Anton Muhajir.

Bagaimana, sih, caranya agar anak tidak kecanduan HP?

Pertanyaan itu beberapa kali terjadi padaku. Biasanya dari teman yang sedang ngobrol bareng membahas soal keluarga, termasuk bagaimana anak kami masing-masing. Juga termasuk topik paling susah saat ini, mengatasi kecanduan anak pada ponsel.

Continue reading “Biar Anak Tak Jadi Budak Gawai”

Tak Apa kok Memaksa Bani untuk Berkolaborasi

Lumayanlah dicatat sebagai sebuah pencapaian baru.

Untuk pertama kali tulisan opiniku dimuat The Jakarta Post edisi cetak pada 26 Oktober lalu. Istimewanya, karena meskipun sudaheh, pernah ding – jadi kontributor media berbahasa Inggris ini sejak 2006, baru kali ini nulis di kolom opini.

Continue reading “Tak Apa kok Memaksa Bani untuk Berkolaborasi”

Merayakan Idulfitri di Tengah Tragedi Pandemi

Semoga ini hanya terjadi seumur hidup.

Tahun ini kami merayakan Idulfitri dengan suasana amat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Rasanya hambar sekali. Lebaran tanpa sholat Ied bersama-sama di masjid di lapangan. Juga tanpa keluarga besar dan pluputan.

Continue reading “Merayakan Idulfitri di Tengah Tragedi Pandemi”

Ternyata, Kerja Rumah Tangga Itu Berat, Sodara!

Sudah sekitar dua minggu ini pekerja rumah tangga kami cuti.

Dia melahirkan anak kedua. Maka, PRT yang sudah bekerja di rumah kami selama lebih dari delapan tahun itu pun mendapatkan cuti melahirkan selama tiga bulan. Kini, giliran kami yang kembali mengerjakan semua tetek bengek pekerjaan di rumah.

Continue reading “Ternyata, Kerja Rumah Tangga Itu Berat, Sodara!”