Akhirnya, COVID-19 Masuk Rumah Kami

Bani ketika tes COVID-19.

Syukurlah, kuda troya itu tak sampai melumpuhkan kami.

Setelah isolasi mandiri selama sembilan hari, Bani tes COVID-19 untuk kedua kali pada Rabu (23/2). Hasilnya, negatif! Kami pun bisa bernapas lega dan kemudian merayakannya dengan dua burger istimewa.

Continue reading “Akhirnya, COVID-19 Masuk Rumah Kami”

Tetaplah Menjadi Matahari Kami, Bani dan Satori

Hari ini mungkin mewakili perjalanan kami.

Pukul 8 pagi Bunda duluan keluar. Dia liputan tentang anak-anak autis di wantilan DPRD Bali. Aku giliran momong Satori, yang kini berumur enam bulan. Karena hari Minggu, maka Bani juga di rumah. Libur sekolah. Pengasuh keduanya tak masuk.

Continue reading “Tetaplah Menjadi Matahari Kami, Bani dan Satori”

Surat Cinta, eh, Protes dari Bani

Sepucuk surat protes menyambutku begitu sampai rumah.

Bani memberikan surat itu begitu aku membuka pintu rumah sekitar pukul 8.30 malam pas baru pulang kerja. Hari ini tak hanya jam kerja seperti biasa, pukul 8 pagi sampai 5 sore, aku juga ada wawancara untuk riset soal jurnalisme warga di Bali.

Semula, narasumber dari Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII) Bali tersebut bilang bisa wawancara pukul 4.30 Wita. Eh, ndilalah ternyata dia molor sampai sekitar pukul 6 petang baru bisa. Apa boleh buat. Daripada batal.

Continue reading “Surat Cinta, eh, Protes dari Bani”