Teman Lelaki Kecil Bernama Bani

8 , , , Permalink 0

Alarm belum berbunyi ketika Bani membangunkanku pagi itu.

Jam di Galaxy S masih pukul 04.50 Wita. Alarm di ponsel pintar ini aku atur berbunyi pada pukul 05.00. Namun, Bani sudah menggoyang-goyang tubuhku. “Ayah. Bangun. Sepakbolanya sudah mau main,” kata Bani sambil menarik selimutku.

Dengan mata masih berat aku bangun. Cuci muka. Ambil selimut lagi. Lalu duduk manis di ruang tamu bareng Bani. Di luar masih gelap pada dini hari yang dingin itu. Tapi, kami sudah siap menikmati pertandingan Barcelona lawan Real Madrid.

Selama sekitar dua jam kemudian, kami sama-sama bersemangat memberi dukungan pada Barcelona. Kami sama-sama pendukungnya. Hingga akhir pertandingan kemudian sih skor akhirnya 2-2 setelah Barcelona sempat menang 2-0 hingga akhir babak pertama.

Continue Reading…

Kabar Bergambar Bani Sehari-hari

1 , , Permalink 0

Setelah lupa dan terus lupa, blog Bani akhirnya terupdate juga. Alamat blog ini sebenarnya sudah jadi sejak awal tahun ini. Cuma, sering lupa kalau mau update.

Karena lupa terus, maka kami hampir tak pernah masukin tulisan di sana. Jadilah foto-foto saja yang ada di sana. Mengelola blog foto sepertinya jauh kebih mudah dibanding blog tulisan.

Continue Reading…

Memberi Bintang untuk Anak Kesayangan

5 , , , Permalink 0

Seminggu berjalan, kami melihat bintang untuk Bani lumayan berhasil. Setidaknya hingga minggu ini.

Bintang itu kami berikan setelah selama empat bulan sekolah TK, Bani masih juga terlihat tak menikmati kelasnya. Dia sering tak bersemangat ketika masuk kelas. Dia akan menundukkan kepala, sekali-kali minta ditemenin hingga masuk kelas, atau bahkan tidak mau ditinggal.

Continue Reading…

Besok Itu Apa, Yah?

11 , , Permalink 0

Pagi ini kami sudah siap berangkat ke Bedugul. Sloka Institute mengadakan pelatihan tentang parlemen untuk kader muda partai politik di Bali mulai hari ini sampai Rabu depan. Aku tidak masuk panitia, hanya pembantu umum untuk program pendidikan parlemen bekerja sama dengan Indonesian Parlemantary Centre (IPC) dan Uni Eropa tersebut. Aku dan Bani kebagian ke sana belakangan karena harus menunggu fasilitator yang baru datang dari Jakarta.

Sejak dari rumah aku sudah tidak tega mengajak Bani. Dari dua hari lalu dia agak batuk dan demam. Maunya biar dia istirahat saja. Tapi kemarin dia malah hampir seharian ikut pelatihan internet di Yakkum dengan teman-teman Bali Blogger Community (BBC) karena tidak mau ditinggal di rumah.

Continue Reading…

Bani Pipis Dini Hari

12 , , Permalink 0

Bunda Ayah Bani

00.30 pagi, –apa malam ya.. Aku sedang ngetik transkip wawancara. Suara tangis Bani terdengar seperti biasa kalau sudah jam segini. Aku tanggalkan headphone, tinggalkan komputer, masuk kamar. Bani bangun. Dia menangis kecil minta susu. Jam biologisnya bekerja seperti biasa.

Aku balik ke dapur dari kamar tidur untuk menyiapkan susu. Terdengar suara pintu kamar tidur terbuka. Aku lihat. Bani berjalan agak terhuyung karena ngantuk. Dia mendorong pintu kamar mandi. Berdiri menghadap ke dalam kamar mandi itu, membuka celana, lalu kencing.

Continue Reading…

Bani Petani Kecil Kami

29 , , , , Permalink 0

bani-petani

Hari Minggu pun tiba. Inilah hari ketika Bani akan ikut liburan ke sawah. Bani mau ikut Fun Sunday, liburan sambil belajar ala Yayasan Wisnu. Sejak sekitar pukul 7 kami sudah siap-siap. Sayangnya aku sendiri tidak yakin jam berapa acara akan mulai, pukul 8 apa pukul 9. Tapi kami putuskan berangkat pukul 8.30 saja.

Continue Reading…

Bani Sang Juru Kunci

16 , , Permalink 0
Jaket sudah kupakai. Tas sudah di punggung. Aku siap berangkat kerja pagi ini. Tapi pas aku cari-cari kunci motor ternyata tidak ada. Padahal aku ingat terakhir kali kunci itu ada di dapur, di tempat biasa.

Aku lalu mencarinya di semua tempat yang mungkin ada. Meja makan yang merangkap meja kerja di ruang depan. Dinding tempat biasa menggantung kunci. Bupet kecil di kamar utama. Meja kecil di kamar itu juga. Lemari. Saku celana. Saku jaket. Tapi nihil. Kunci itu tidak ada di sana.

Continue Reading…