Seribu Satu Alasan Tak Ada Tulisan

Bagian dari tulisan di Pantai Losari, Makassar ini kayak menyindir diri yang tak pernah ngeblog lagi.

Akhirnya menulis blog lagi.

Niat untuk menulis ini sebenarnya sudah muncul pertengahan November lalu. Ketika melihat tulisan terakhir. Aku pikir, bagus juga kalau menulis lagi persis setahun setelah tulisan terakhir.

Continue reading “Seribu Satu Alasan Tak Ada Tulisan”

Hidup Lebih Tenang sebagai Ignoran, tapi…

Sekadar ilustrasi. Tak ada yang benar-benar tenang dalam hidup ini. 🙂

Ignoran berasal dari kata bahasa Inggris.

Akar katanya adalah ignore (bahasa Inggris). Dalam bahasa Indonesia berarti mengabaikan, memungkiri, mengesampingkan, dan semacamnya. Ignorant berarti orang yang melakukan itu semua. Dalam bahasa lebih lugas, ignorant adalah orang yang tidak peduli. Masa bodoh dengan apapun yang terjadi.

Continue reading “Hidup Lebih Tenang sebagai Ignoran, tapi…”

Lalu, Apa Lagi yang Kau Cari?

Dalam perjalanan menuju bandara, dua pesan masuk bersamaan.

Pertama dari lembaga yang sejak bulan lalu aku bantu untuk riset terkait keamanan komunikasi digital untuk aktivis lingkungan. Aku sedang bekerja sebagai konsultan mereka. Kedua dari lembaga lain yang dua tahun terakhir ini mendukung organisasi kami tak hanya secara internal, tetapi juga pelaksanaan program utama kami.

Continue reading “Lalu, Apa Lagi yang Kau Cari?”

Mewujudkan Impian Kantor Ramah Lingkungan

Kantor di Uma dari halaman belakang. Foto Erdhi.

Akhir Mei ini, kami genap tiga tahun berkantor di Uma.

Sebutan “Uma” adalah singkatan dari nama lokasi di mana kantor ini berada, Banjar Umadesa, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara. Banjar ini berada di bagian paling utara Denpasar, berbatasan dengan Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.

Continue reading “Mewujudkan Impian Kantor Ramah Lingkungan”

Biar Lari Lambat Asal Tetap Semangat

Lari pagi di Renon, Denpasar. Foto Anton Muhajir.

Tentu saja ini sebuah pencapaian keren.

Dalam waktu sekitar tiga bulan, berat Bunda turun hampir 25 kg. Ketika memulai program pengurusan badan pada Februari lalu, beratnya sekitar 95 kg. Kini, berat badannya sekitar 70 kg.

Continue reading “Biar Lari Lambat Asal Tetap Semangat”

Menyepi di Antara Rimbun Kebun Pupuan

Pemandangan dari kamar di Temuku Pupuan, Bali. Foto Anton Muhajir.

Tahun ini kami kembali merayakan ulang tahun pernikahan di Pupuan.

Setelah lebih seminggu berselang, aku kemudian baru sadar. Ternyata di antara tempat-tempat lain di Bali, Pupuan menjadi tempat paling sering kami kunjungi untuk merayakan ulang tahun pernikahan. Kami sudah tiga kali merayakannya di sini.

Continue reading “Menyepi di Antara Rimbun Kebun Pupuan”

Kebahagiaan itu Kita Tentukan Sendiri, tapi..

Bahagia itu sederhana, makan rame-rame di pantai hanya salah satunya. Foto: Anton Muhajir.

Akhir tahun lalu, BPS mengeluarkan data menarik.

Dalam siaran pers pada 27 Desember 2021 itu, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Kebahagiaan Indonesia (IKI). Indeks tersebut dihasilkan dari survei tingkat kebahagiaan di seluruh provinsi di Indonesia.

Continue reading “Kebahagiaan itu Kita Tentukan Sendiri, tapi..”

Mari Terus Belajar agar Tetap Relevan

Pesan di salah satu pelatihan SAFEnet, November 2021. Foto Anton Muhajir.

Tahu-tahu tahun 2021 juga segera berlalu.

Padahal, rasanya baru kemarin saja mengalami pergantian tahun untuk kedua kalinya dalam suasana pandemi. Begitulah memang waktu selalu menjadi misteri. Terasa cepat ketika sudah berlalu dan begitu lambat ketika dijalani.

Continue reading “Mari Terus Belajar agar Tetap Relevan”

Arisan Sekali Sebulan untuk Menjaga Kewarasan

Suasana gayeng saat arisan di Yeh Embang Kauh, Mendoyo, Jembrana.

Suasana arisan bulan ini terasa berbeda sekali.

Kami berada di tengah kebun seluas 3 hektare. Lokasinya di pedalaman Kabupaten Jembrana, Bali bagian barat. Persisnya di Desa Yeh Embang Kauh, Kecamatan Mendoyo. Jaraknya sekitar 3 jam perjalanan dari Denpasar.

Continue reading “Arisan Sekali Sebulan untuk Menjaga Kewarasan”