Tetaplah Kecil dan Teruslah Menggonggong

Malam perayaan ulang tahun BaleBengong ke-16 di Ubud (24/6/2023).

Media massa, konon, lahir untuk menjadi anjing penjaga kekuasaan.

Ketika kekuasaan sudah terlalu mencengkeram, maka media massa yang diharapkan bisa menjadi pengingat tentang pentingnya keseimbangan. Bahwa kekuasaan tidak akan berjalan dengan baik jika tidak ada yang mengimbangi kekuasaan tersebut.

Continue reading “Tetaplah Kecil dan Teruslah Menggonggong”

Pengalaman 24 Jam Detoks Digital saat Nyepi

Umat Hindu Bali sembahyang menjelang Nyepi 2022. Foto: Anton Muhajir.

Tahun ini, Nyepi di Bali bisa internetan lagi.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini sebagian warga di Bali masih bisa mengakses Internet dengan bebas merdeka. Penonaktifan akses Internet hanya terjadi pada pengguna jaringan seluler, bukan fiber optik.

Continue reading “Pengalaman 24 Jam Detoks Digital saat Nyepi”

Menyepi di Antara Rimbun Kebun Pupuan

Pemandangan dari kamar di Temuku Pupuan, Bali. Foto Anton Muhajir.

Tahun ini kami kembali merayakan ulang tahun pernikahan di Pupuan.

Setelah lebih seminggu berselang, aku kemudian baru sadar. Ternyata di antara tempat-tempat lain di Bali, Pupuan menjadi tempat paling sering kami kunjungi untuk merayakan ulang tahun pernikahan. Kami sudah tiga kali merayakannya di sini.

Continue reading “Menyepi di Antara Rimbun Kebun Pupuan”

Gerundelan Pak Wayan Sepanjang Jalan

Meskipun sudah dibuka untuk penerbangan internasional, kunjungan di Bali masih sepi. Foto Anton Muhajir.

Pelajaran tentang hidup di Bali bisa datang dari siapa saja.

Kemarin pagi, pelajaran itu datang dari Pak Wayan. Sopir Gocar yang mengantarkan aku ke Bandara Ngurah Rai ini memberikan semacam kuliah tentang Bali dan hidup itu sendiri. Selama kurang lebih satu jam, Pak Wayan ini layaknya seorang akademisi.

Continue reading “Gerundelan Pak Wayan Sepanjang Jalan”

Ctrl+C, Ctrl+V, Begitulah (Ikon) Bali Saat Ini

Sumber foto Twitter @aryawiznu.

Akhirnya, aku liputan lagi setelah hampir setahun berselang.

Kali ini untuk BenarNews, media daring berkantor di Washington DC, Amerika Serikat. Media milik Radio Free Asia (RFA) ini meminta laporan tentang bangkai pesawat mejeng di atas tebing Pantai Nyang Nyang.

Continue reading “Ctrl+C, Ctrl+V, Begitulah (Ikon) Bali Saat Ini”

Tak Ada yang Percuma Sekecil Apapun Upaya

Dengan malu-malu Ni Ketut Ariani menganyam lidi-lidi di tangannya.

Perempuan berusia 55 tahun itu membuat lingkaran dari lidi kering yang lentur pada Minggu, 25 Oktober lalu. Dia menyelipkan tumpukan lidi di atas tumpukan lain. Dalam waktu sekitar 10 menit, anyaman itu pun mewujud jadi sebuah piring.

Continue reading “Tak Ada yang Percuma Sekecil Apapun Upaya”

Tak Mudah Menjadi Waria, Apalagi karena Corona

Tiap masa selalu terasa sulit bagi sebagian besar waria.

Sejak memilih identitas gendernya yang dianggap abu-abu, waria harus menghadapi dunia yang serba kaku. Bagi banyak orang, waria adalah tabu. Tidak mungkin ada dunia di antara. Hanya ada laki-laki atau perempuan. Di antara itu adalah dosa.

Continue reading “Tak Mudah Menjadi Waria, Apalagi karena Corona”

Komodifikasi Tolak Reklamasi di Pilgub Bali

Foto Arimbawa Ndud dari BaleBengong

“Tolak Rekamasi Teluk Benoa! Hidup Mantra – Sudikerta!”

Puluhan orang di barisan depan berteriak menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Mereka membawa bendera merah putih, berpakaian adat Bali madya, dan… memakai jas partai!

Continue reading “Komodifikasi Tolak Reklamasi di Pilgub Bali”

Haruskah Pariwisata Mengorbankan Keselamatan Warga?

Pernyataan berikut ini berangkat dari pengalaman pribadi.

Dua minggu lalu, ketika kembali tiba di Bali setelah liburan seminggu di Malaysia, aku pun bertanya-tanya: bagaimana jika mendadak erupsi Gunung Agung terjadi kembali?

Continue reading “Haruskah Pariwisata Mengorbankan Keselamatan Warga?”