Gerundelan Pak Wayan Sepanjang Jalan

Meskipun sudah dibuka untuk penerbangan internasional, kunjungan di Bali masih sepi. Foto Anton Muhajir.

Pelajaran tentang hidup di Bali bisa datang dari siapa saja.

Kemarin pagi, pelajaran itu datang dari Pak Wayan. Sopir Gocar yang mengantarkan aku ke Bandara Ngurah Rai ini memberikan semacam kuliah tentang Bali dan hidup itu sendiri. Selama kurang lebih satu jam, Pak Wayan ini layaknya seorang akademisi.

Continue reading “Gerundelan Pak Wayan Sepanjang Jalan”

Tak Mudah Menjadi Waria, Apalagi karena Corona

Tiap masa selalu terasa sulit bagi sebagian besar waria.

Sejak memilih identitas gendernya yang dianggap abu-abu, waria harus menghadapi dunia yang serba kaku. Bagi banyak orang, waria adalah tabu. Tidak mungkin ada dunia di antara. Hanya ada laki-laki atau perempuan. Di antara itu adalah dosa.

Continue reading “Tak Mudah Menjadi Waria, Apalagi karena Corona”

Sehari Liputan Wajah Bali yang Berlawanan

Liputan sehari ini memberikan dua warna kontras tentang Bali.

Kami memulai dengan liputan di tempat yoga paling populer di Ubud saat ini, Yoga Barn. Sejak pukul 7 pagi kami sudah di sana. Tidak hanya ngobrol dengan pemilik tempat yoga, tetapi juga melihat bagaimana orang dari berbagai negara berduyun-duyun ke Ubud demi ketenangan jiwa.

Continue reading “Sehari Liputan Wajah Bali yang Berlawanan”

Mereka Terpenjara oleh Mewahnya Pariwisata

rebho-reruntuhan-sanggah-LR

Semangat perlawanan Wayan Rebho tak berubah meski usianya kian tua.

Laki-laki berusia 66 tahun itu masih konsisten menolak menjual tanahnya untuk pembangunan lapangan golf. Dia kini tinggal di dalam kawasan milik investor, terkepung oleh lapangan golf.

Continue reading “Mereka Terpenjara oleh Mewahnya Pariwisata”

Merebut Kedaulatan Petani atas Benih Sendiri

Bersemi Dalam Tekanan Global0001Secarik kertas itu memaksa Kuncoro masuk penjara.

Petani di Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu ditangkap pada 16 Januari 2010 lalu. Dia dituduh memalsukan merek benih jagung.

Pagi itu, 15 anggota polisi menangkapnya. Mereka membawa surat perintah dari Polres Kediri untuk menahan Kuncoro. Setelah itu, petani pengembang benih itu pun harus tinggal di penjara selama tujuh bulan.

Continue reading “Merebut Kedaulatan Petani atas Benih Sendiri”

Kelas Jurnalisme Warga untuk Difabel

Sambil duduk di kursi roda, I Wayan Karmen melakukan wawancara.

Tubuh ringkih Karmen berbanding terbalik dengan kuatnya narasumber, Ni Nengah Widiasih. Karmen anak laki-laki berusia 12 tahun. Sejak umur 6 tahun dia mengalami semacam penyakit yang membuat kedua tulang kakinya lumpuh. Karena itu, Karmen harus berjalan dengan kursi roda.

Continue reading “Kelas Jurnalisme Warga untuk Difabel”

Irshad Manji dan Perlunya Dukungan pada LGBT

Penolakan terhadapnya mengingatkan kepada teman-teman LGBT.

Tak hanya di Jakarta, diskusi Irshad Manji di Yogyakarta pun diserbu kelompok intoleran berkedok agama. Tak ada alasan jelas kenapa kelompok ini terus saja membubarkan diskusi bersama Irshad Manji.

Continue reading “Irshad Manji dan Perlunya Dukungan pada LGBT”

Label Media makin Menyuburkan Stigma

Sebagian media kembali memberitakan pembunuhan berantai.

Lalu, gay kembali jadi pihak terpojokkan. Mujianto, pelaku pembunuhan berantai di Nganjuk, Jawa Timur tersebut berorientasi seks homoseksual. Korban-korbannya pun gay. Kelompok ini pun kembali mendapat stigma.

Continue reading “Label Media makin Menyuburkan Stigma”