Pesan Keragaman dari Kota Perbatasan

Di Cilacap, pastor dan suster berdiskusi akrab dengan ustadz dan kyai. Menyenangkan dan menenangkan sekali.

Ketika wajah beringas melawan liyan semakin sering terlihat di media massa, ada baiknya kita menoleh ke Cilacap. Kota kecil di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat ini menyajikan wajah di mana keragaman terlihat sebagai kekuatan.

Continue Reading…

Berkah Lumpur Mengubah Kampung Laut

Setelah sekitar tiga jam perjalanan lewat laut, kami justru menemui orang sedang memanen padi.

Perjalanan kami tersebut untuk melihat bagaimana dampak program mitra Misereor di lokasi program. Kunjunganini merupakan bagian dari lokakarya Pemantauan dan Pendokumentasian Dampak Program Mitra Misereor pada 31 Mei – 2 Juni 2011 lalu.  Dari Pelabuhan Cilacap, kami naik perahu mesin berpenumpang maksimal 10 orang selama sekitar tiga jam. Kami menyusuri laut dan sungai di samping Pulau Nusa Kambangan yang identik sebagai salah satu penjara terbesar di Indonesia.

Continue Reading…

Merayakan Kebersamaan Petani Flores

Teriakan bergemuruh di aula itu menggetarkan. “Hidup petani! Hidup petani! Hidup petani!”

Sekitar 350 petani mengepalkan tangan bersama sambil berteriak memekikkan salam. Tua, muda, perempuan, laki-laki, juga beberapa bocah berdiri dalam dua kelompok berhadapan. Mereka saling membalas setelah bersama berteriak mengeja satu per satu huruf P-E-T-A-N-I.

Continue Reading…

Scuba porters content with small earnings

A dark cloud glided slowly over Tulamben beach that quiet morning. Two local women walked along the shoreline carrying scuba tanks on their heads.

They belonged to a group of local porters, who carry all the heavy equipment for scuba divers.

Tulamben is one of the island’s most favorite diving spots. Around 20 meters from the shoreline, the famous World War II’s wreck of the USAT Liberty lies on Tulamben’s sandy bottom, waiting for the divers.

Continue Reading…

Kenapa Mereka Harus Ditembak Mati

18 , , , , Permalink 0

Pertanyaan sama selalu muncul di kepalaku ketika melihat tersangka, ingat ini baru tersangka, teroris ditembak mati oleh polisi. “Kenapa sih mereka harus ditembak mati?”. Meski sebenarnya tidak setuju dengan hukuman mati, aku bisa memaklumi ketika yang ditembak mati adalah Amrozi CS atau siapapun yang terbukti di pengadilan memang bersalah.

Tapi, bagaimana dengan orang-orang yang status hukumnya belum jelas tapi sudah ditembak mati? Mereka ini baru disangka sebagai teroris. Belum jelas apa kesalahannya. Belum jelas kejahatan macam apa yang mereka lakukan. Belum jelas apa perannya. Lalu, polisi sudah menembak mereka. Mati.

Continue Reading…

Keluarga Kecil di Sel Nomor 9

8 , , , , Permalink 0

Lapas Anak Gianyar di Karangasem

Foto selebar tangan orang dewasa itu digantung di dinding kusam sel nomor 9 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Gianyar di Karangasem, Bali. Di dalamnya ada dua wajah: seorang kakek berumur 70an tahun dan anak perempuan sekitar 10 tahun. Foto itu menjadi salah satu penghias sel berukuran sekitar 5×3 meter persegi tersebut. Di sel itu, Roni dan dua temannya dikurung.

“Mereka yang menguatkan selama saya di sini,” kata Roni, 16 tahun, sambil menunjuk kakek dan adiknya di dalam foto tersebut. Remaja kelahiran Mataram, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengambil foto itu dari gantungan. “Saya harus bertemu mereka kalau keluar nanti. Kalau tidak ketemu mereka, hancur hidup saya,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Continue Reading…

Disabled children cross right into borderless world

Anton Muhajir,  Contributor,  Badung  | Thu, 11/26/2009 1:29 PM  |  Surfing Bali

Twenty-three-year-old Luh Putu Eka Swandewi was excited as she read a message in her laptop screen. Staring at her laptop screen, she read the message from Yahoo!: “Congratulations, Eka.”

“Hooray.I made it!” she said while raising her hands. Some of her friends in the room gave her applause.

Continue Reading…