Seserius Apapun Topiknya, Jogetin Saja

“Dik, gak usah main Tiktok. Isinya kebanyakan toksik..”

Saya sering mengatakan nasihat tersebut kepada Satori, anak kedua saya yang masuk usia remaja. Seperti anak lain di usianya, dia juga senang menggunakan ponsel, terutama menonton video pendek seperti Tiktok.

Continue reading “Seserius Apapun Topiknya, Jogetin Saja”

Akhirnya, Terpaksa Belajar Mencintai Jakarta

Sarinah ini salah satu kawasan menyenangkan di Jakarta. Foto diambil Mei 2023.

Salah satu kenanganku tentang Jakarta agak menyeramkan.

Seorang laki-laki mengejar laki-laki lainnya. Usia keduanya sekitar 40 tahun. Si pengejar membawa pedang di tangan kanan. Mereka berlari di trotoar, melawan arah bemo yang aku naiki saat itu. Lelaki yang dikejar terjatuh. Dia tertangkap, dipukuli, dibacok sampai berdarah-darah.

Continue reading “Akhirnya, Terpaksa Belajar Mencintai Jakarta”

Medan Sungguh Kota Penuh Kejutan

Bunyi klakson seolah menjadi bagian tak terpisahkan di lalu lintas Kota Medan.

Coba tebak, berapa harga semangkuk bihun dengan irisan daging bebek?

Kami bertiga pun saling menebak. Aku tebak, harganya sekitar Rp 30.000 per porsi. Dua teman lain bilang harganya pasti lebih mahal. Kira-kira dua kali lipat dari tebakanku.

Continue reading “Medan Sungguh Kota Penuh Kejutan”

Kota Mana yang Paling Enak Buat Lari Pagi?

Lapangan Banteng, Jakarta.

Jawabannya tentu saja… Sanur. Hehehe..

Namun, Sanur bukanlah kota. Sanur hanyalah salah satu desa di Kota Denpasar, ibu kota Provinsi Bali. Juga, Sanur ada di kota di mana aku tinggal. Jadi, tentu saja dia berada di urutan pertama bagiku.

Continue reading “Kota Mana yang Paling Enak Buat Lari Pagi?”

Ikan Asin Campur Petai. Banjarmasin ternyata…

Subuh belum tiba ketika kami harus beringsut.

Agak malas untuk bangun sepagi itu. Apalagi, dingin masih memeluk kota setelah hujan deras mengguyur Banjarmasin. Suasana masih gelap di ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan tersebut. Jalan raya pun sepi. Mending lanjut molor, deh, seharusnya..

Continue reading “Ikan Asin Campur Petai. Banjarmasin ternyata…”

Makan Berlebihan di Negara Kelaparan

Mendengar “Ethiopia”, kepalaku langsung membayangkan kelaparan.

Nama negara itu aku dengar pertama kali dari Iwan Fals, penyanyi gaek yang terkenal dengan lirik-lirik kritisnya pada zaman Orde Baru. Dalam lagu berjudul “Ethiopia”, Iwan Fals mengantarkan kabar tentang kelaparan di negara tersebut.

Continue reading “Makan Berlebihan di Negara Kelaparan”

Menikmati Tepian Mahakam Menjelang Malam

Dari ketinggian, Jembatan Mahakam terlihat bercahaya warna-warni.

Petang itu, Jembatan Mahakam menghadirkan warna-warni pelangi. Lampunya indah berpendar. Kerlap-kerlip terlihat dari lokasi kami beranjangsana, kafe D’Puncak yang berada di kawasan lebih tinggi kota Samarinda.

Continue reading “Menikmati Tepian Mahakam Menjelang Malam”

Nyaman Trotoarnya, Sehat Bahagia Warganya

Jalan raya di Surabaya dengan trotoar lebar di kanan kirinya. Foto Anton Muhajir.

Kawasan Gubeng, Surabaya benar-benar memanjakan pejalan kaki.

Jalan raya rata-rata satu arah. Trotoar lebar, sekitar 3 meter. Nyaman. Tidak ada sama sekali pedagang kaki lima yang menguasai. Sepeda motor juga tak bisa sembarangan menggunakannya.

Continue reading “Nyaman Trotoarnya, Sehat Bahagia Warganya”

Menikmati Karantina saat Masuk Indonesia

Urusan COVID-19 ini ternyata masih penuh ketidakpastian.

Pada akhir bulan ini, muncul varian baru bernama Omicron. Badan Kesehatan PBB sudah memasukkannya sebagai varian yang harus mendapat perhatian (VoC). Alasannya, dia lebih cepat menular dan berpotensi kebal terhadap vaksin yang sudah diberikan.

Continue reading “Menikmati Karantina saat Masuk Indonesia”