Medan Sungguh Kota Penuh Kejutan

Bunyi klakson seolah menjadi bagian tak terpisahkan di lalu lintas Kota Medan.

Coba tebak, berapa harga semangkuk bihun dengan irisan daging bebek?

Kami bertiga pun saling menebak. Aku tebak, harganya sekitar Rp 30.000 per porsi. Dua teman lain bilang harganya pasti lebih mahal. Kira-kira dua kali lipat dari tebakanku.

Continue reading “Medan Sungguh Kota Penuh Kejutan”

Ikan Asin Campur Petai. Banjarmasin ternyata…

Subuh belum tiba ketika kami harus beringsut.

Agak malas untuk bangun sepagi itu. Apalagi, dingin masih memeluk kota setelah hujan deras mengguyur Banjarmasin. Suasana masih gelap di ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan tersebut. Jalan raya pun sepi. Mending lanjut molor, deh, seharusnya..

Continue reading “Ikan Asin Campur Petai. Banjarmasin ternyata…”

Makan Berlebihan di Negara Kelaparan

Mendengar “Ethiopia”, kepalaku langsung membayangkan kelaparan.

Nama negara itu aku dengar pertama kali dari Iwan Fals, penyanyi gaek yang terkenal dengan lirik-lirik kritisnya pada zaman Orde Baru. Dalam lagu berjudul “Ethiopia”, Iwan Fals mengantarkan kabar tentang kelaparan di negara tersebut.

Continue reading “Makan Berlebihan di Negara Kelaparan”

Mencari Lumba-lumba ke Pulau Semau

Sudah hampir satu jam perahu kami menerjang gelombang.

Matahari sudah meninggi. Begitu pula dengan gelombang di selat antara Kota Kupang dan Pulau Semau, Nusa Tenggara Timur. Perahu kami sesekali terentak tinggi, terangkat bagian geladaknya. Lalu, dia menghunjam kembali menghantam laut membiru.

Continue reading “Mencari Lumba-lumba ke Pulau Semau”

Bagi Penikmat Seafood, Lima adalah Surga

kuliner-lima
Dua teman sudah wanti-wanti, waspada kenikmatan menu ikan laut di Lima.

Teman pertama adalah Claudia Van Gool. Cewek blasteran Peru – Belgia yang kini tinggal di Lima tersebut sudah memberi tahu sejak kami di Ekuador. “Kamu akan merasakan sendiri betapa nikmat kuliner Peru,” katanya saat kami di Quito, Ekuador.

Continue reading “Bagi Penikmat Seafood, Lima adalah Surga”