
Salah satu kenanganku tentang Jakarta agak menyeramkan.
Seorang laki-laki mengejar laki-laki lainnya. Usia keduanya sekitar 40 tahun. Si pengejar membawa pedang di tangan kanan. Mereka berlari di trotoar, melawan arah bemo yang aku naiki saat itu. Lelaki yang dikejar terjatuh. Dia tertangkap, dipukuli, dibacok sampai berdarah-darah.
Continue reading “Akhirnya, Terpaksa Belajar Mencintai Jakarta”







