Pengekangan atas Nama Keamanan Anggota ASEAN

Terasa sekali aura pembatasan selama dua hari lokakarya.

Sebagian besar pembicara lebih banyak berbicara tentang bagaimana keamanan siber seolah sah dilakukan dengan cara apa saja, termasuk membatasi hak asasi manusia.

Continue reading “Pengekangan atas Nama Keamanan Anggota ASEAN”

Kebingungan dan Kegembiraan di Negeri Jiran

Kebingungan menyergap kami saat mendarat di Singapura.

Begitu tiba di Harbourfront Center, pelabuhan penghubung antara Singapura dengan Tanjung Balai Karimun, Riau, kami bingung harus ke mana. Semua tak semudah yang kami bayangkan sebelumnya.

Continue reading “Kebingungan dan Kegembiraan di Negeri Jiran”

Ironi di Balik Sejahteranya Singapura

“Singapura bukan tempat yang enak buat hidup.”

Jawaban senada itu datang dari empat orang berbeda di tempat berbeda dan dalam waktu berbeda pula. Amat mengejutkan bagiku.

Empat orang itu dua orang Indonesia, satu warga Singapura sendiri, dan satu lagi orang Belanda. Keempatnya memberikan jawaban senada. Bagi mereka, Singapura itu memang tertib, aman, sejahtera. Namun, terlalu banyak aturan di negeri ini. Biaya hidup juga amat mahal. Makanya terasa mengekang dan membosankan.

Tapi, aku nyatakan sejak awal, pendapat ini amat umum karena hanya berdasar pada obrolan santai. Juga mengandalkan pengamatan selama tiga hari di sana.

Continue reading “Ironi di Balik Sejahteranya Singapura”

Singapura, Negeri Penuh Mata dan Denda

Puluhan mata waspada menyambut begitu kami turun dari kereta.

Mata-mata itu diwakili close circuit television (CCTV) yang ada di setiap pojok. Bahkan, di stasiun Kallang, tempat di mana kami turun hari ini, CCTV itu seperti mengintimidasi. Persis di depan pintu saat kami baru turun dari kereta.

Continue reading “Singapura, Negeri Penuh Mata dan Denda”