Karena Musik (Seharusnya) adalah Pemantik

Ada hal-hal personal yang terlalu lekat dalam lagu Bersemi Sekebun karya Efek Rumah Kaca (ERK). Lagu kesembilan dalam album Rimpang (2023) ini seperti narasi yang memutar ingatan, menziarahi momen-momen penting dan genting.

Adegan demi adegan terbayang sepanjang 4 menit 40 detik lagu itu.

Continue reading “Karena Musik (Seharusnya) adalah Pemantik”

Buku-buku Terbaik Sepanjang 2024 Lalu

Salah satu hal menyenangkan selama tahun lalu adalah banyaknya waktu untuk baca buku. Hepi saja bisa baca buku di mana saja dan kapan pun aku mau. Lebih penting lagi, bisa mengurangi waktu sama ponsel.

Selama liburan akhir tahun lalu, salah satu kegiatanku adalah memperbarui daftar bacaan di Goodreads. Meskipun sebenarnya kegiatan ini juga biasanya aku lakukan tiap bulan.

Continue reading “Buku-buku Terbaik Sepanjang 2024 Lalu”

Curhatan Satire dan Getir ala Men Coblong

November 2017. Tumben Mbok Oka Rusmini hadir di agenda BaleBengong.

Ketika itu, kami sedang mengadakan Malam Anugerah Jurnalisme Warga (AJW). Ini agenda kami tiap tahun sejak 2016. Tujuannya mengapresiasi karya-karya di media jurnalisme warga. Malam AJW kami isi dengan makan-makan, diskusi, dan pengumuman penerima AJW.

Continue reading “Curhatan Satire dan Getir ala Men Coblong”

Media Sosial untuk Menggemakan Perlawanan

cover medsos

Asyik. Satu buku lagi yang menerbitkan tulisanku.

Kali ini dari Combine Resources Institute (CRI) Yogyakarta. Buku singkat, hanya 48 halaman, ini memuat tulisanku sebagai salah satu dari empat tulisan di dalamnya.

Kali ini tentang bagaimana media sosial menjadi media perlawanan terhadap rencana reklamasi di kawasan konservasi Bali.

Continue reading “Media Sosial untuk Menggemakan Perlawanan”

Merebut Kedaulatan Petani atas Benih Sendiri

Bersemi Dalam Tekanan Global0001Secarik kertas itu memaksa Kuncoro masuk penjara.

Petani di Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu ditangkap pada 16 Januari 2010 lalu. Dia dituduh memalsukan merek benih jagung.

Pagi itu, 15 anggota polisi menangkapnya. Mereka membawa surat perintah dari Polres Kediri untuk menahan Kuncoro. Setelah itu, petani pengembang benih itu pun harus tinggal di penjara selama tujuh bulan.

Continue reading “Merebut Kedaulatan Petani atas Benih Sendiri”

Jadi, Apakah Tuhan Bisa Berbahasa Inggris?

Setelah proses selama sekitar enam bulan, buku ini pun terbit juga.

Buku God Do You Speak English? ini karya tiga orang yaitu Jeff Kristianto, Nina Silvia, dan Rini Hanifa. Mereka sukarelawan di VSO, lembaga berkantor pusat di Inggris yang memfasilitasi para sukarelawan untuk bekerja di daerah tertentu.

Jeff menjadi sukarelawan di Tajikistan. Nina di Bangladesh. Rini di Guyana, Amerika Latin. Masing-masing bekerja membantu komunitas lokal selama di sana. Misalnya Jeff dengan para perajin. Nina membantu komunitas Suku Asli. Rini membantu warga desa.

Continue reading “Jadi, Apakah Tuhan Bisa Berbahasa Inggris?”

Mengupas Jurnalisme Warga Meski Tak Tuntas

Referensi tentang jurnalisme warga di Indonesia masih langka.

Citizen Journalism: Pandangan, Pemahaman, dan Pengalaman adalah buku kedua tentang tema jurnalisme warga di Indonesia yang aku baca. Penulis buku ini Pepih Nugraha, Continue reading “Mengupas Jurnalisme Warga Meski Tak Tuntas”

Gaulnya Sejarah Bali di Mata ABG

Kata pertama ketika mendapat buku ini adalah, “Gila!”

Ungkapan tersebut campuran antara rasa kagum dan jengah. Kagum karena ternyata ini ada anak baru gede alias abege yang masih SMA tapi sudah menulis buku tentang Bali. Ketika anak-anak seumurannya lebih banyak menggalau dan menggaul, Nilam Rahma Hanjayani, lahir pada 8 Maret 1996, sudah menulis buku ini.

Kerennya lagi, Nilam ini bukan orang Bali ataupun Hindu. Dia juga tidak tinggal di Bali. Tapi, ternyata dia bisa menuliskan tentang hal amat penting bagi orang-orang Hindu di Bali, jejak sejarah pura-pura di sepanjang Sungai Pakerisan, Bali.

Continue reading “Gaulnya Sejarah Bali di Mata ABG”

Berbagi Kegalauan tentang Bali Sekarang

Hanya menulis tentang diskusi malam ini.

Ceritanya, aku diminta oleh Sukma Arida untuk jadi salah satu pembedah buku terbarunya, Pandora Bali, Refleksi di Balik Gemerlap Turisme. Selain aku, pembedah lain adalah Made Andi Arsana, Dosen Teknik Geodesi dan Geomatik Universitas Gajah Mada (UGM) yang sedang ambil program doktoral di Australia.

Continue reading “Berbagi Kegalauan tentang Bali Sekarang”