Buku-buku Terbaik Sepanjang 2024 Lalu

Salah satu hal menyenangkan selama tahun lalu adalah banyaknya waktu untuk baca buku. Hepi saja bisa baca buku di mana saja dan kapan pun aku mau. Lebih penting lagi, bisa mengurangi waktu sama ponsel.

Selama liburan akhir tahun lalu, salah satu kegiatanku adalah memperbarui daftar bacaan di Goodreads. Meskipun sebenarnya kegiatan ini juga biasanya aku lakukan tiap bulan.

Continue reading “Buku-buku Terbaik Sepanjang 2024 Lalu”

Seribu Satu Alasan Tak Ada Tulisan

Bagian dari tulisan di Pantai Losari, Makassar ini kayak menyindir diri yang tak pernah ngeblog lagi.

Akhirnya menulis blog lagi.

Niat untuk menulis ini sebenarnya sudah muncul pertengahan November lalu. Ketika melihat tulisan terakhir. Aku pikir, bagus juga kalau menulis lagi persis setahun setelah tulisan terakhir.

Continue reading “Seribu Satu Alasan Tak Ada Tulisan”

Hidup Lebih Tenang sebagai Ignoran, tapi…

Sekadar ilustrasi. Tak ada yang benar-benar tenang dalam hidup ini. 🙂

Ignoran berasal dari kata bahasa Inggris.

Akar katanya adalah ignore (bahasa Inggris). Dalam bahasa Indonesia berarti mengabaikan, memungkiri, mengesampingkan, dan semacamnya. Ignorant berarti orang yang melakukan itu semua. Dalam bahasa lebih lugas, ignorant adalah orang yang tidak peduli. Masa bodoh dengan apapun yang terjadi.

Continue reading “Hidup Lebih Tenang sebagai Ignoran, tapi…”

Dunia Tak Akan Kiamat Jika Kita Terlambat

Tak cukup ada, kita pun memerlukan validasi, termasuk melalui media sosial.

Sering sekali aku melihat kejadian semacam ini.

Seorang pengendara sepeda motor langsung meraih ponsel di bagian depan sepeda motornya. Padahal, dia baru saja berhenti di lampu merah. Sambil menunggu lampu merah menyala, dia khusyuk menatap ponselnya.

Continue reading “Dunia Tak Akan Kiamat Jika Kita Terlambat”

Kota Mana yang Paling Enak Buat Lari Pagi?

Lapangan Banteng, Jakarta.

Jawabannya tentu saja… Sanur. Hehehe..

Namun, Sanur bukanlah kota. Sanur hanyalah salah satu desa di Kota Denpasar, ibu kota Provinsi Bali. Juga, Sanur ada di kota di mana aku tinggal. Jadi, tentu saja dia berada di urutan pertama bagiku.

Continue reading “Kota Mana yang Paling Enak Buat Lari Pagi?”

Lalu, Apa Lagi yang Kau Cari?

Dalam perjalanan menuju bandara, dua pesan masuk bersamaan.

Pertama dari lembaga yang sejak bulan lalu aku bantu untuk riset terkait keamanan komunikasi digital untuk aktivis lingkungan. Aku sedang bekerja sebagai konsultan mereka. Kedua dari lembaga lain yang dua tahun terakhir ini mendukung organisasi kami tak hanya secara internal, tetapi juga pelaksanaan program utama kami.

Continue reading “Lalu, Apa Lagi yang Kau Cari?”

Biar Lari Lambat Asal Tetap Semangat

Lari pagi di Renon, Denpasar. Foto Anton Muhajir.

Tentu saja ini sebuah pencapaian keren.

Dalam waktu sekitar tiga bulan, berat Bunda turun hampir 25 kg. Ketika memulai program pengurusan badan pada Februari lalu, beratnya sekitar 95 kg. Kini, berat badannya sekitar 70 kg.

Continue reading “Biar Lari Lambat Asal Tetap Semangat”

Menyepi di Antara Rimbun Kebun Pupuan

Pemandangan dari kamar di Temuku Pupuan, Bali. Foto Anton Muhajir.

Tahun ini kami kembali merayakan ulang tahun pernikahan di Pupuan.

Setelah lebih seminggu berselang, aku kemudian baru sadar. Ternyata di antara tempat-tempat lain di Bali, Pupuan menjadi tempat paling sering kami kunjungi untuk merayakan ulang tahun pernikahan. Kami sudah tiga kali merayakannya di sini.

Continue reading “Menyepi di Antara Rimbun Kebun Pupuan”

Tuntas Sudah, Saatnya Berganti Nakhoda

Inilah dia tim pengelola BaleBengong yang baru. Foto Anton Muhajir.

Setelah hampir 15 tahun, saatnya undur diri.

Tahun ini secara resmi aku sudah tidak lagi ikut mengurusi BaleBengong. Sudah ada tim baru yang akan mengelola media jurnalisme warga kebanggaan Pulau Dewata (hehehe) ini. Aku cukup membantu sesekali. Itu pun jika diperlukan.

Continue reading “Tuntas Sudah, Saatnya Berganti Nakhoda”