Seserius Apapun Topiknya, Jogetin Saja

“Dik, gak usah main Tiktok. Isinya kebanyakan toksik..”

Saya sering mengatakan nasihat tersebut kepada Satori, anak kedua saya yang masuk usia remaja. Seperti anak lain di usianya, dia juga senang menggunakan ponsel, terutama menonton video pendek seperti Tiktok.

Continue reading “Seserius Apapun Topiknya, Jogetin Saja”

Hidup Lebih Tenang sebagai Ignoran, tapi…

Sekadar ilustrasi. Tak ada yang benar-benar tenang dalam hidup ini. 🙂

Ignoran berasal dari kata bahasa Inggris.

Akar katanya adalah ignore (bahasa Inggris). Dalam bahasa Indonesia berarti mengabaikan, memungkiri, mengesampingkan, dan semacamnya. Ignorant berarti orang yang melakukan itu semua. Dalam bahasa lebih lugas, ignorant adalah orang yang tidak peduli. Masa bodoh dengan apapun yang terjadi.

Continue reading “Hidup Lebih Tenang sebagai Ignoran, tapi…”

Dunia Tak Akan Kiamat Jika Kita Terlambat

Tak cukup ada, kita pun memerlukan validasi, termasuk melalui media sosial.

Sering sekali aku melihat kejadian semacam ini.

Seorang pengendara sepeda motor langsung meraih ponsel di bagian depan sepeda motornya. Padahal, dia baru saja berhenti di lampu merah. Sambil menunggu lampu merah menyala, dia khusyuk menatap ponselnya.

Continue reading “Dunia Tak Akan Kiamat Jika Kita Terlambat”

Karena Twitter Membuat Warga Lebih Pinter

aksi-foi-02

Tifatul Sembiring membuat kontroversi lagi hari ini.

Melalui akun Twitternya, Menteri Komunikasi & Informasi (Menkominfo) Kabinet Indonesia Bersatu II 2009 – 2014 tersebut melemparkan wacana untuk memblokir Twitter di Indonesia.

Continue reading “Karena Twitter Membuat Warga Lebih Pinter”

Tiap Orang adalah Pembawa Pesan

informing the web

Dua kegiatan berbeda ini membawa pesan sama, tiap orang adalah pembawa pesan itu sendiri.

Kegiatan pertama adalah 4M Jakarta, pertemuan dua hari tentang jurnalisme, media baru (new media), dan media sosial pada 23-24 September. Kegiatan ini diadakan lembaga dari Perancis, Canal France International (CFI) bekerja sama dengan AJI Indonesia.

Continue reading “Tiap Orang adalah Pembawa Pesan”

Media Sosial untuk Menggemakan Perlawanan

cover medsos

Asyik. Satu buku lagi yang menerbitkan tulisanku.

Kali ini dari Combine Resources Institute (CRI) Yogyakarta. Buku singkat, hanya 48 halaman, ini memuat tulisanku sebagai salah satu dari empat tulisan di dalamnya.

Kali ini tentang bagaimana media sosial menjadi media perlawanan terhadap rencana reklamasi di kawasan konservasi Bali.

Continue reading “Media Sosial untuk Menggemakan Perlawanan”

Cerdas Memilah antara Fakta dan Fitnah

Fire-Hydrant

Miris melihat campur aduk antara fakta dan fitnah bertebaran saat ini.

Semua bertebaran di dunia maya. Di Twitter, di Facebook, di website, atau bahkan layanan pesan pendek seperti WhatsApp dan BlackBerry Messenger (BBM), fitnah itu berseliweran.

Continue reading “Cerdas Memilah antara Fakta dan Fitnah”