Blog

Karena Musik (Seharusnya) adalah Pemantik

Ada hal-hal personal yang terlalu lekat dalam lagu Bersemi Sekebun karya Efek Rumah Kaca (ERK). Lagu kesembilan dalam album Rimpang (2023) ini seperti narasi yang memutar ingatan, menziarahi momen-momen penting dan genting.

Adegan demi adegan terbayang sepanjang 4 menit 40 detik lagu itu.

Continue reading “Karena Musik (Seharusnya) adalah Pemantik”

Merayakan Dua Belas Tahun Perjalanan

Tim SAFEnet saat team building di Kintamani Agustus 2024 lalu.

Setelah absen satu tahun, Laporan Tahunan SAFEnet terbit lagi.

Tahun lalu kami tidak bisa menerbitkan Laporan Tahunan tersebut karena satu dan lain hal yang bersifat internal. Karena itu, alhamdulilah, tahun ini kami bisa menerbitkan laporan itu lagi. Tepat pada saat kami merayakan ulang tahun ke-12 pada 27 Juni 2025.

Continue reading “Merayakan Dua Belas Tahun Perjalanan”

Seserius Apapun Topiknya, Jogetin Saja

“Dik, gak usah main Tiktok. Isinya kebanyakan toksik..”

Saya sering mengatakan nasihat tersebut kepada Satori, anak kedua saya yang masuk usia remaja. Seperti anak lain di usianya, dia juga senang menggunakan ponsel, terutama menonton video pendek seperti Tiktok.

Continue reading “Seserius Apapun Topiknya, Jogetin Saja”

Buku-buku Terbaik Sepanjang 2024 Lalu

Salah satu hal menyenangkan selama tahun lalu adalah banyaknya waktu untuk baca buku. Hepi saja bisa baca buku di mana saja dan kapan pun aku mau. Lebih penting lagi, bisa mengurangi waktu sama ponsel.

Selama liburan akhir tahun lalu, salah satu kegiatanku adalah memperbarui daftar bacaan di Goodreads. Meskipun sebenarnya kegiatan ini juga biasanya aku lakukan tiap bulan.

Continue reading “Buku-buku Terbaik Sepanjang 2024 Lalu”

Akhirnya, Terpaksa Belajar Mencintai Jakarta

Sarinah ini salah satu kawasan menyenangkan di Jakarta. Foto diambil Mei 2023.

Salah satu kenanganku tentang Jakarta agak menyeramkan.

Seorang laki-laki mengejar laki-laki lainnya. Usia keduanya sekitar 40 tahun. Si pengejar membawa pedang di tangan kanan. Mereka berlari di trotoar, melawan arah bemo yang aku naiki saat itu. Lelaki yang dikejar terjatuh. Dia tertangkap, dipukuli, dibacok sampai berdarah-darah.

Continue reading “Akhirnya, Terpaksa Belajar Mencintai Jakarta”

Seribu Satu Alasan Tak Ada Tulisan

Bagian dari tulisan di Pantai Losari, Makassar ini kayak menyindir diri yang tak pernah ngeblog lagi.

Akhirnya menulis blog lagi.

Niat untuk menulis ini sebenarnya sudah muncul pertengahan November lalu. Ketika melihat tulisan terakhir. Aku pikir, bagus juga kalau menulis lagi persis setahun setelah tulisan terakhir.

Continue reading “Seribu Satu Alasan Tak Ada Tulisan”

Hidup Lebih Tenang sebagai Ignoran, tapi…

Sekadar ilustrasi. Tak ada yang benar-benar tenang dalam hidup ini. 🙂

Ignoran berasal dari kata bahasa Inggris.

Akar katanya adalah ignore (bahasa Inggris). Dalam bahasa Indonesia berarti mengabaikan, memungkiri, mengesampingkan, dan semacamnya. Ignorant berarti orang yang melakukan itu semua. Dalam bahasa lebih lugas, ignorant adalah orang yang tidak peduli. Masa bodoh dengan apapun yang terjadi.

Continue reading “Hidup Lebih Tenang sebagai Ignoran, tapi…”

Medan Sungguh Kota Penuh Kejutan

Bunyi klakson seolah menjadi bagian tak terpisahkan di lalu lintas Kota Medan.

Coba tebak, berapa harga semangkuk bihun dengan irisan daging bebek?

Kami bertiga pun saling menebak. Aku tebak, harganya sekitar Rp 30.000 per porsi. Dua teman lain bilang harganya pasti lebih mahal. Kira-kira dua kali lipat dari tebakanku.

Continue reading “Medan Sungguh Kota Penuh Kejutan”