Hidup Lebih Tenang sebagai Ignoran, tapi…

Sekadar ilustrasi. Tak ada yang benar-benar tenang dalam hidup ini. 🙂

Ignoran berasal dari kata bahasa Inggris.

Akar katanya adalah ignore (bahasa Inggris). Dalam bahasa Indonesia berarti mengabaikan, memungkiri, mengesampingkan, dan semacamnya. Ignorant berarti orang yang melakukan itu semua. Dalam bahasa lebih lugas, ignorant adalah orang yang tidak peduli. Masa bodoh dengan apapun yang terjadi.

Continue reading “Hidup Lebih Tenang sebagai Ignoran, tapi…”

Dunia Tak Akan Kiamat Jika Kita Terlambat

Tak cukup ada, kita pun memerlukan validasi, termasuk melalui media sosial.

Sering sekali aku melihat kejadian semacam ini.

Seorang pengendara sepeda motor langsung meraih ponsel di bagian depan sepeda motornya. Padahal, dia baru saja berhenti di lampu merah. Sambil menunggu lampu merah menyala, dia khusyuk menatap ponselnya.

Continue reading “Dunia Tak Akan Kiamat Jika Kita Terlambat”

Serangan Digital Bukanlah Pepesan Tongkol

Insiden dan serangan digital sepanjang tahun 2022 berdasarkan pemantauan SAFEnet.

Ancaman terhadap pengguna internet di Indonesia datang dari Arfian.

Ketua Umum Pasukan 08 itu mengatakan akan melacak alamat rumah pengguna internet yang dia anggap menyebarkan ujaran kebencian di dunia maya, terutama terhadap Prabowo Subianto, bakal calon presiden yang mereka dukung.

Continue reading “Serangan Digital Bukanlah Pepesan Tongkol”

Tak Bisa Lari dari Serbuan AI

Foto ini pun dibuat AI dengan perintah “artificial intelligence replace a journalist to write an article.”

Wajah Jokowi terpampang di laptop adik pagi ini.

Foto itu terapit di antara dua simbol, mikrofon di kiri dan tanda unggah di kanan. Di pojok kiri atas layar ada tulisan nama platform, voice.ai.

Continue reading “Tak Bisa Lari dari Serbuan AI”

Wadas dan Hak-hak Digital yang Ditindas

Tangkapan layar dari akun Twitter Humas Polres Kudus.

Wadas tiba-tiba menjadi topik populer di media sosial.

Desa di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ini langsung menjadi topik populer setelah terjadi penyerbuan oleh polisi ke desa pada 7 Februari lalu. Setidaknya 67 warga ditangkap tanpa alasan jelas.

Continue reading “Wadas dan Hak-hak Digital yang Ditindas”

Belajar Mengelola Organisasi dari Kerja Bakti

Lebih mudah mengurus sapi sepuluh kandang daripada manusia satu orang.

Pak Laurens, tetanggaku, mengutip omongan orangtuanya itu ketika kami sedang kerja bakti di banjar akhir pekan lalu. Omongan itu merujuk pada pekerjaan kami yang seolah tanpa koordinasi.

Continue reading “Belajar Mengelola Organisasi dari Kerja Bakti”

Karena Lari Tak akan Menyelesaikan Pekerjaan

Sekalipun hanya berbisik-bisik, komunikasi tetaplah penting. Foto hanya ilustrasi.

Dengan muka mengkerut dan rasa takut, aku menghadapinya.

Bos besar di tempat kerja itu duduk di meja kerjanya. Secara fisik, tubuhnya besar. Begitu pula dengan kasta dan jabatannya. Dia pemilik usaha di mana aku bekerja sebagai sales cat semprot jualannya.

Continue reading “Karena Lari Tak akan Menyelesaikan Pekerjaan”

Bosnia Bagian 6: Berkaca dari Pelik Bosnia

Perjalanan ke negara lain memang kadang membuat sentimentil.

Begitu pula dengan kunjungan ke Bosnia Herzegovina kali ini. Semakin aku mengenal negara ini, meski hanya seminggu, rasanya semakin bersyukur punya negara bangsa seperti Indonesia.

Continue reading “Bosnia Bagian 6: Berkaca dari Pelik Bosnia”

Taliban dan Belenggu Kebenaran versi Teman

Sumber Wikipedia.

Kembalinya Taliban mengingatkan kembali amis darah di masa lalu.

Bukan. Tulisan ini tidak akan ngomong tentang bagaimana pelik melik konflik negara di Asia Selatan alias tetangga jauh itu. Terlalu kompleks masalahnya untuk dibahas orang yang pernah mendalami ataupun berkunjung ke sana.

Continue reading “Taliban dan Belenggu Kebenaran versi Teman”