Kegagapan ala Orang Viet di Selatan

3 , , Permalink 0

Dari jendela Thai Airways, ironi itu terlihat.

Di bawah sana, dari pesawat yang membawa kami dari Bangkok, Thailand ke Hanoi, Vietnam rumah-rumah terlihat menjulang tinggi. Di Bali, tinggi rumah rata-rata tak boleh lebih tinggi dari pohon kelapa. Tapi di Vietnam tidak. Rumah atau gedung tingginya sekitar 15-20 meter.

Dari jendela yang sama menjelang pesawat mendarat di Noi Bai Hanoi, terlihat pembangunan jalan tol ataupun gedung-gedung. Selain para pekerja, mesin penderek (crane) bisa menjadi penanda betapa Vietnam sekarang sedang menggeliat dalam pembangunan.

Namun, rumah-rumah menjulang tinggi dan mesin penderek adalah dua hal yang bertolak belakang. Inilah yang menyambutku ketika tiba di Vietnam hari ini.

Continue Reading…

Ironi di Balik Sejahteranya Singapura

25 , , Permalink 0

“Singapura bukan tempat yang enak buat hidup.”

Jawaban senada itu datang dari empat orang berbeda di tempat berbeda dan dalam waktu berbeda pula. Amat mengejutkan bagiku.

Empat orang itu dua orang Indonesia, satu warga Singapura sendiri, dan satu lagi orang Belanda. Keempatnya memberikan jawaban senada. Bagi mereka, Singapura itu memang tertib, aman, sejahtera. Namun, terlalu banyak aturan di negeri ini. Biaya hidup juga amat mahal. Makanya terasa mengekang dan membosankan.

Tapi, aku nyatakan sejak awal, pendapat ini amat umum karena hanya berdasar pada obrolan santai. Juga mengandalkan pengamatan selama tiga hari di sana.

Continue Reading…

Indah Sekali Senja di Pantai Polewali

4 , , Permalink 0

Semburat jingga di Pantai Polewali memberikan kejutan. Jauh lebih keren dari yang semula aku bayangkan.

Sekitar pukul 5 Wita petang itu menjelang matahari tenggelam. Pantai di ibukota Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat ini rupanya tempat warga setempat menghabiskan sisa hari. Ada yang main voli, sepak bola, duduk bersantai bersama pasangan, atau menikmati pasir pantai.

Continue Reading…