Makan Berlebihan di Negara Kelaparan

Mendengar “Ethiopia”, kepalaku langsung membayangkan kelaparan.

Nama negara itu aku dengar pertama kali dari Iwan Fals, penyanyi gaek yang terkenal dengan lirik-lirik kritisnya pada zaman Orde Baru. Dalam lagu berjudul “Ethiopia”, Iwan Fals mengantarkan kabar tentang kelaparan di negara tersebut.

Continue reading “Makan Berlebihan di Negara Kelaparan”

Bagi Penikmat Seafood, Lima adalah Surga

kuliner-lima
Dua teman sudah wanti-wanti, waspada kenikmatan menu ikan laut di Lima.

Teman pertama adalah Claudia Van Gool. Cewek blasteran Peru – Belgia yang kini tinggal di Lima tersebut sudah memberi tahu sejak kami di Ekuador. “Kamu akan merasakan sendiri betapa nikmat kuliner Peru,” katanya saat kami di Quito, Ekuador.

Continue reading “Bagi Penikmat Seafood, Lima adalah Surga”

Surga Kuliner Bernama Makassar

Di balik kesan sangarnya, Makassar sebenarnya sangat ramah. Apalagi kulinernya.

Tiap menyebut nama Makassar, maka yang langsung menclok di kepalaku adalah bentrokan antara mahasiswa dan polisi. Media ikut serta menanamkan kesan itu meski mereka juga tak bisa sepenuhnya disalahkan. Tak ada asap tanpa api.

Continue reading “Surga Kuliner Bernama Makassar”

Ke Serangan Menikmati Ikan Panggang

Melihat ikan panggang itu dipamerkan, air liurnya serasa menetes tak tertahankan.

Maka, begitu usai liputan sekitar 2,5 jam kemudian, aku pun mampir ke salah satu warung di sisi jalan masuk Desa Serangan, Denpasar Selatan tersebut. Warung-warung ini menjual menu khas desa di sisi selatan Denpasar ini, ikan panggang.

Continue reading “Ke Serangan Menikmati Ikan Panggang”

Menanti Sajian Khas Negeri Sendiri

Garuda Indonesia harusnya lebih banyak menyediakan menu khas negerinya sendiri daripada menyuguhkan roti.

Karena belum makan malam, aku mengharapkan ada suguhan makan di penerbangan antara Surabaya – Denpasar, Selasa malam kemarin. Aku berharap pramugari cantik itu menyajikan satu porsi nasi lengkap dengan lauk ayam atau ikan laut. Apa daya, dia tak menyajikan menu yang aku harapkan.

Continue reading “Menanti Sajian Khas Negeri Sendiri”

Dalam Damai Masalah Selesai

Es Enak Cafe Me

Sabtu pekan lalu, kami akhirnya bertemu. Aku bersama Lode, istriku. Sri, dari manajemen Cafe Me, bersama pemilik kafe. Pertemuan kami agak canggung pada awalnya, tapi akhirnya toh selesai juga masalah di antara kami.

Itikad untuk bertemu datang dari pihak Cafe Me. Manajemen kafe di Jl Pulau Kawe Denpasar dengan menu spesial mie ini pertama kali kontak aku pada 20 Januari lalu. Manajemen Cafe Me menjawab tulisan pengalamanku diperlakukan tidak simpatik oleh pemiliknya.

Continue reading “Dalam Damai Masalah Selesai”