Dilema Meliput Bencana, antara Gagah-gagahan dan Kemanusiaan

“Benarkah nanti akan ada gempa lebih besar lagi?”

Lalu Najamuddin Abdul Latif segera balik bertanya begitu ketika kami selesai wawancara awal Agustus 2018 lalu. Lima laki-laki lain menimpali dengan pertanyaan dan gumaman serupa.

Continue reading “Dilema Meliput Bencana, antara Gagah-gagahan dan Kemanusiaan”

Sejuknya Narmada, Putihnya Pasir Kuta

Seperti biasa, selesaiin pekerjaan pun tetap harus sambil jalan-jalan.

Begitu pula liputan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kali ini. Meskipun tak bisa jalan-jalan ke banyak tempat, tapi lumayanlah bisa menambal kenangan tentang Lombok sekitar 10 tahun silam bersama teman-teman kuliah.

Continue reading “Sejuknya Narmada, Putihnya Pasir Kuta”

Pak Walikota, Buatlah Tempat Nongkrong di Denpasar

Salah satu hal menarik yang saya temui ketika numpang lewat di Mataram, Jumat pekan lalu adalah adanya tempat nongkrong di kota ini. Di Jalan Udayana, sekitar Bandara Selaparang, ada lokasi yang memang diperuntukkan untuk warga kota duduk santai di sini. Tak hanya bersantai-santai tapi juga bersantap enak dan murah.

Rizal Hakam, sopir taksi yang mengantar saya ke sini menyebut tempat ini kawasan jalan Udayana. Begitu pula dengan pedagang kaki lima yang saya ajak ngobrol malam itu. Jadi memang tidak ada nama khusus untuk menyebut lokasi ini. Saya sebut saja tempat ini pusat lesehan Udayana. Agak unik saja sih. Udayana tapi ada di Mataram. 🙂

Continue reading “Pak Walikota, Buatlah Tempat Nongkrong di Denpasar”

Suara Mengaji di Cafe Senggigi

Berkunjung ke Senggigi, kawasan wisata paling tersohor di Lombok, pada bulan Puasa ternyata memiliki keunikan tersendiri. Suara orang tadarus di antara dentuman musik cafe atau lalu lalang orang usai tarawih di depan turis-turis menenggak bir jadi hal lumrah. Bagiku, kebersamaan dua sisi yang sering kali diposisikan berseberangan itu, adalah hal unik.

Kenikmatan duniawi, yang bagi sebagian orang adalah terlarang, nyatanya bisa berdampingan dengan kenikmatan rohani, yang bagi sebagian orang lain adalah ilusi.

Continue reading “Suara Mengaji di Cafe Senggigi”