Agar Rasa Bisa Bercerita

Tak ada makan siang gratis. Begitu pula dengan traktiran untuk Tulank dan Intan sore tadi. Setelah bagi-bagi gaji dan honor di kantor siang hari, sorenya kami makan bersama di kafe Warung Taji di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar. Lina PW yang ada di Sloka juga kami ajak. Karena dia bawa kamera, dia kebagian tugas moto-moto.

Sementara itu Tulank dan Intan, kami minta untuk menulis pengalaman bersantap di kafe penyedia menu Italia dan Jepang ini. Gara-gara meminta mereka untuk menulis kuliner itu, aku jadi inget ide lama untuk berbagi pengalaman menulis topik yang masuk kategori berita ringan (soft news) ini.

Continue reading “Agar Rasa Bisa Bercerita”

Mujahir Goreng yang Bikin Ketagihan

Selain keindahannya, Danau Batur di Kintamani, Bangli juga menghasilkan ikan muhajir, eh, mujahir yang bisa dipanen sepanjang musim. Ikan tawar ini dibudidayakan petani setempat menggunakan keranda keramba di danau. Karena itu, salah satu yang membuat Kintamani tersohor adalah menu ikan mujahir gorengnya.

Ini pula yang membedakan Danau Batur dengan Bedugul. Meski di Bedugul ada tiga danau, namun tak satu pun dari danau itu yang digunakan untuk budidaya ikan mujahir. Di Bedugul saya belum pernah menemukan warung yang menjual ikan mujahir goreng. Padahal di  Kintamani justru banyak sekali.

Continue reading “Mujahir Goreng yang Bikin Ketagihan”

Subak pun Dijual di Malaysia

Sebuah email datang di inbox kemarin sore. Pengirimnya Sugi Lanus, teman yang lebih banyak berdiskusi di dunia maya ketimbang bertemu muka. Isi emailnya: Subak sudah pindah ke Malaysia.

Sugi memberikan tautan ke website Restoran Subak di Malaysia. Alamat situs restoran itu pakai identitas Malaysia di belakangnya (com.my). Aku cek alamat tersebut. Walah, ternyata benar. Nama subak yang digunakan restoran tersebut memang mentah-mentah diambil dari Bali.

Continue reading “Subak pun Dijual di Malaysia”

Ketika Gurami Serasa McD

Gurami Goreng Tepung Warung Mina

Setelah mencoba menu yang sama di dua warung lain, saya tidak ragu menyebut menu ikan gurami goreng Warung Mina adalah yang terbaik di antara warung lainnya. Ikan gurami goreng di warung ini disajikan lebih enak. Keringnya lebih renyah, dagingnya lebih empuk, gurihnya lebih mantap, dan porsinya lebih tepat untuk perut.

Berbeda dengan restoran sejenis di daerah Renon yang menyediakan menu gurami goreng ini dalam gorengan yang tak terlalu renyah. Warung lainnya, menyajikan menu ini dalam porsi yang lebih kecil dan rasa terlalu asin. Tak tepat di lidah saya. Ini mungkin soal selera pribadi. Tapi beberapa teman makan di restoran lain mengiyakan pendapat saya.

Continue reading “Ketika Gurami Serasa McD”

Karena Bukan Pencuri, Maka Aku Pergi

Memenuhi permintaan tulisan kuliner dari sebuah majalah bulanan terbitan Jakarta, saya pun berkunjung ke kafe di jalan Pulau Kawe ini. Kafe ini khusus menjual mie dalam aneka olahan yang memang menggiurkan.

Saya sudah pernah menulisnya sekitar setahun lalu untuk majalah kuliner yang lain. Karena itu ketika ada permintaan menulis kembali kafe ini, saya menerimanya dengan senang hati. Sebab selain menunya yang khusus, berbagai olahan mie, itu disajikan dalam olahan enak, kafe ini juga bagus karena suasananya yang asik. Kafe ini memang layak direkomendasikan sebagai tempat bersantap.

Continue reading “Karena Bukan Pencuri, Maka Aku Pergi”

Makanan Mak Nyus Sekitar Kampus

Ketika masih jadi mahasiswa harga hemat adalah syarat utama untuk memilih warung tempat makan bagiku. Rasa nikmat dan nyamannya tempat itu urusan nomor kedua atau ketiga atau malah tidak penting sama sekali. Sebab kadang-kadang urutan pertama justru, apakah warung-warung itu menerima bon. Hehe..

Dengan alasan hemat itu pula, aku memilih warung-warung yang berada di daerah Sanglah Denpasar berikut. Warung-warung ini berada di sekitar kampus Universitas Udayana (Unud), universitas negeri terbesar di Bali.

Continue reading “Makanan Mak Nyus Sekitar Kampus”

Pesan Cumi, Cuma Mimpi

Memenuhi undangan seorang teman, aku, Bunda, dan Bani pun mencoba satu restoran baru di jalan Dewi Madri Renon. Jumat malam lalu, kami pun ke sana dengan perut keroncongan. Pokoknya sudah siap tempurlah..

Suasana restoran yang baru buka sekitar seminggu ini asik. Semua warna bantal dan sandaran kursi yang merah ngejreng mengingatkanku pada restoran Rosso Vivo, yang kemudian diikuti resto sebelahnya, Ocean Beach di jalan raya Pantai Kuta. Dua resto ini tak hanya menawarkan makanan dan minuman tapi juga suasana.

Continue reading “Pesan Cumi, Cuma Mimpi”

Tak Bisa Babi, Ayam pun Jadi

Babi guling adalah salah satu makanan yang sangat khas Bali. Banyak orang tidak merasa lengkap berkunjung ke Bali tanpa terlebih dulu menyantap menu ini. Beberapa temanku yang sedang di Bali untuk pekerjaan atau liburan sering berbincang bahwa babi guling adalah salah satu menu wajib ketik berkunjung ke pulau ini.

Ada yang memilih karena daging babinya itu sendiri. Tak sedikit pula yang memilih menu ini karena cara masaknya, diguling.

Continue reading “Tak Bisa Babi, Ayam pun Jadi”

Mencari Siomai pada Ahlinya

Salah satu hal yang unik dari pengalaman berburu makanan adalah melihat sisi-sisi lain yang kadang tak nyambung sama sekali dengan makanan itu sendiri. Misalnya… nasionalisme di balik makanan.

Hal ini pertama kali aku sadari ketika ikut Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada tahun 2002 di Desa Medewi, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. Ketika aku dan beberapa teman sedang ngopi sore di warung pemilik rumah tempat kami tinggal, datang penjual krupuk menawarkan dagangan.

Continue reading “Mencari Siomai pada Ahlinya”