Nikmat Menanti di Made Weti

“Dua nasi campur, Bu,” kata saya pada ibu yang melayani pembeli di warung Made Weti Sanut, Minggu (22/2) lalu.

“Ya, Pak. Tunggu ya,” kata ibu itu sambil sibuk melayani pembeli lain. Dia menyendok nasi, memasukkan berbagai macam lauk, lalu memberikannya pada perempuan lain yang berdiri membantunya mengantarkan nasi itu pada pembeli.

Continue reading “Nikmat Menanti di Made Weti”

Tinggal Pilih: Konro, Sup Saudara, atau Ikan Mas

Konro!

Sup konro dan konro bakar menjadi penutup perjalanan yang sungguh nikmat di Sulawesi pekan lalu. Kami menikmati menu ini di warung makan Sop Konro Karebosi, di belakang stadiun Karebosi Makassar. Konro itu sebutan orang lokal untuk tulang iga sapi. Warung ini jadi tujuan kami makan siang karena Amir PR, teman wartawan di Makassar, yang mengajak.

Sop konro, tentu saja berupa sup. Dagingnya pakai iga sapi dipotong kurang lebih sepanjang HP gitu deh. Ada tiga potong dalam tiap porsinya. Kuah sup ini mirip rawon dengan bumbu cengkeh dan kayu manis yang sangat terasa. Makanya warna supnya agak coklat gitu.

Continue reading “Tinggal Pilih: Konro, Sup Saudara, atau Ikan Mas”

Habis Kepedasan Lalu Ditegur Satpam

Makan-makan selalu jadi obat asik menghilangkan kepenatan. Begitu pula minggu ini. Inilah beberapa tempat yang aku kunjungi. Bukan cuma untuk makan-makan, sebenarnya, tapi juga karena pekerjaan. Inilah tempat-tempat bersantap itu.

Nasi Hot
Tempat ini menarik mataku ketika aku dalam perjalanan ke Pantai Jerman Kuta setelah dari makam Mads Lange. Adanya di kiri jalan raya Tuban, dari Joger ke arah bandara. Hal yang menarik mataku adalah tulisan merah menyala di papan namanya dan kata HOT itu sendiri. Penikmat makanan pedas seperti aku gampang ngiler lihat kata-kata hot, apalagi cewek hot. 😀

Continue reading “Habis Kepedasan Lalu Ditegur Satpam”

Setan! Rawone Pancen Enak Tenan..

Tetep. Tiap ke satu tempat, makanan enak selalu jadi barang buruan. Begitu pula ketika di Surabaya Rabu lalu. Ada dua tempat makan yang aku kunjungi dan layak direkomendasikan. Satu, Rawon Setan Bu Sup di jalan Embong Malang. Dua, Nasi Bebek Bungkul Cak Sunari di sekitar Taman Bungkul. Dari dua lokasi itu, aku pilih Rawon Setan yang paling layak ditulis.

Ketika Sinyo, teman dari East Java Action (EJA) yang jadi tuan rumah, menawarkan makan malam bareng di rawon setan, kami langsung mengiyakan. Nama warungnya sih unik. Semoga rasanya juga demikian.

Continue reading “Setan! Rawone Pancen Enak Tenan..”

Rezeki Berjuta dari Makanan Desa

Sambil mudik, makan-makan tetap harus jalan. Karena itu, mudik Lebaran tahun ini kami gunakan juga untuk cari makanan khas di sekitar desa. Lamongan punya banyak makanan khas. Kalau di Bali sih yang paling banyak ya Sari Laut Lamongan. Tak hanya di Bali. Aku yakin di tiap kota ada warung tenda khas yang kadang-kadang merusak pemandangan kota ini. Hehe..

Aku dan Bunda pun mencuri waktu satu hari untuk mencari makanan-makanan khas desa ini. Sebenarnya mungkin tidak benar-benar khas. Bisa jadi ada juga di tempat lain namun dengan nama beda. Oke. Kalau gitu aku sebut saja sebagai makanan paling terkenal di daerahku.

Continue reading “Rezeki Berjuta dari Makanan Desa”

Tongkol Panggang Pantai Serangan

Lama tidak nulis soal makanan, maka ketika kemarin petang aku makan di Serangan, sepertinya itu bisa jadi tulisan menarik.

Makanan ini langsung membuatku ngiler karena menunya ikan laut. Lokasinya persis di pinggi pantai Serangan di bagian selatan, daerah yang biasa dipakai surfing. Ada ikan tongkol, barongan, dan beberapa jenis lagi yang aku tak tahu namanya. Semua ikan itu disajikan setelah dipanggang. Sori, tidak ada pilihan olahan lain.

Continue reading “Tongkol Panggang Pantai Serangan”

Es Teler Bendega

Es Teler

Menu paling aku cari kalau di warung bendega. Soale es teler ini memang enak banget. Bagiku, salah satu es teler terenak di Denpasar. Campuran dari kelapa muda, apukat, dan nangka. Santannya dikasih susu. Jadi sangat seger dan manis..

Harga, kalau tidak salah Rp 16 ribu. Aku lupa. Saking enaknya. Hehe..

Warung Bendega
Jl. Jaya Giri No 2A Renon Denpasar
Telp 0361-249555, Fax 0361- 225112
Email warben@telkom.net

Tipat Kuah Nendang Tujuh Turunan

Inilah menu makan siang ini, tipat kuah di Warung Krisna Sanur. Semula aku pengen makan nasi campur bali, menu sama ketika aku pertama kali makan di sini. But, ketika melihat menu tipat kuah yang dipesan Tia, teman makan siang hari ini, aku ngiler juga. Soale, tipat kuah itu sepertinya enak banget.

Lagian aku juga pengen coba menu berbeda dengan menu yang sudah pernah kupesan. Itung-itung sekalian buat bahan tulisan ke Appetite Journey bulan depan. Hehe..

Continue reading “Tipat Kuah Nendang Tujuh Turunan”

Sambel Bejek Pancen Uenak

“Dua hari ini aku mimpi dikejar-kejar orang terus. Ngeri,” kataku pada Bunda Jumat pekan lalu.

“Mungkin karena beberapa hari ini kamu nulis masalah-masalah gawat terus,” jawab Bunda.

Hmm, ada benarnya.

Karena itulah, pekan ini aku nulis soal yang asik-asik saja. Capek juga nulis masalah gawat terus. Dan, tulisan hari ini adalah soal makanan. Hmmm..

Continue reading “Sambel Bejek Pancen Uenak”

Untung Ada Coto Makassar

Here I am. Di Makassar dengan ketidakjelasan. Apa yang harus aku kerjakan? Serba salah. Mau nolak, teman yang ngajak. Setelah bersedia, tidak jelas tanggung jawabnya. Bahkan ketika aku sudah sampai di tempat acara, aku belum juga tahu apa saja yang harus aku kerjakan. Duh..

Sekira dua minggu lalu seorang teman, kini bekerja di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, telepon. Minta tolong aku bantu mengurus media selama Pertemuan Nasional Harm Reductin (PNHR) di Makassar, 14-18 Juni ini.

Continue reading “Untung Ada Coto Makassar”