Mengantar Makanan, Menguatkan Kekeluargaan

Bisa jadi ini kebetulan.

Tapi kok ya bisa beruntun begitu. Setelah membaca tulisan Winata di BaleBengong tentang tradisi memunjung, kali ini aku mengalaminya sendiri. Padahal, seumur-umur aku jadi orang Lamongan tak pernah mendengar istilah ini sebelumnya.

Continue reading “Mengantar Makanan, Menguatkan Kekeluargaan”

Foto Pernikahan ala Tukang Poto Amatiran

Kampung halaman ternyata asik juga jadi tempat untuk foto pernikahan.

Sawah, kebun, orang membajak, gubuk, bukit. Semua tempat itu asik juga untuk berfoto ria ketika aku jadi tukang foto pernikahan. Atau, seolah-olah fotografer pernikahan. 🙂

Continue reading “Foto Pernikahan ala Tukang Poto Amatiran”

Kuatnya Perempuan dalam Adat Lamongan

Kalau di tempat lain laki-laki yang memegang kendali dalam tradisi, maka tidak demikian di Lamongan.

Kuatnya posisi perempuan di Lamongan ini mengingatkanku lagi ketika aku pulang kampung pekan lalu. Selain untuk liburan juga sekalian meramaikan pernikahan sepupuku. Pernikahan sepupuku dengan laki-laki dari Betawi ini justru diadakan di rumah mempelai perempuan.

Continue reading “Kuatnya Perempuan dalam Adat Lamongan”

Mimpi Indah Wisata Solaria

Jika dikelola dengan baik plus dipromosikan dengan bagus, Pelabuhan Sedayulawas akan jadi tempat wisata baru selain Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Tempat ini punya potensi dikembangkan jadi tempat wisata menarik. Ada pelabuhan kecil, yang meski tak seramai pelabuhan besar di Tanjung Perak Surabaya apalagi Tanjung Priuk Jakarta, namun terlihat selalu berdenyut tiap kali aku ke sana. Di pelabuhan ini ada ratusan perahu nelayan dan puluhan kapal antarpulau.

Continue reading “Mimpi Indah Wisata Solaria”

Foto Kampung Bareng Ponakan

Mampir kampung kelahiran minggu lalu, 13-15 Juni 2010 setelah liputan di Jogja, Solo, dan Boyolali. Singgah di Mencorek, Brondong, Lamongan lewat darat dari Solo, Jombang, Tuban, dan Lamongan sambil menikmati rusaknya jalan.

Ini beberapa foto, terutama pas jalan-jalan di Pelabuhan Nelayan, Jompong, Brondong, Lamongan bareng tiga ponakan: Zaki, Asrul, dan Ditya. Foto-foto lain ada di flickr. Menurutku, objek di sana asik juga untuk dipotret. 🙂

Continue reading “Foto Kampung Bareng Ponakan”

Pak Bupati, Perbaikilah Jalan Kami

Makin hari, jalan menuju kampung kami makin rusak. Bukannya memperbaiki, pemerintah malah saling lempar tanggung jawab.

Setelah menempuh perjalanan sekitar sembilan jam dari Solo hingga kampungku, aku pikir derita akibat buruknya jalan akan berakhir. Ternyata tidak. Jalan sepanjang sekitar 2 km itu tak lebih baik dari jalan-jalan rusak lain yang kutemui di pedesaan Boyolali dan jalan utama Jombang – Tuban melewati Lamongan.

Continue reading “Pak Bupati, Perbaikilah Jalan Kami”