Tak Bisa Babi, Ayam pun Jadi

5 , Permalink 0

Babi guling adalah salah satu makanan yang sangat khas Bali. Banyak orang tidak merasa lengkap berkunjung ke Bali tanpa terlebih dulu menyantap menu ini. Beberapa temanku yang sedang di Bali untuk pekerjaan atau liburan sering berbincang bahwa babi guling adalah salah satu menu wajib ketik berkunjung ke pulau ini.

Ada yang memilih karena daging babinya itu sendiri. Tak sedikit pula yang memilih menu ini karena cara masaknya, diguling.

Meski demikian, banyak pula orang yang tak bisa makan babi guling. Alasannya bisa karena agama ada pula yang karena alasan kesehatan. Nah, kalau Anda termasuk orang yang tidak bisa makan babi guling namun tetap ingin menikmati menu yang dimasak dengan cara diguling, inilah pilihan yang paling tepat: ayam guling..

Dari semua tempat makan yang pernah aku kunjungi di Bali, hanya satu warung di yang menyediakan menu ini, Warung Suweca di jalan Bedugul, Sidakarya. Meski demikian, warung yang sering jadi tempat makan siangku ini juga menyediakan menu lain seperti nasi campur. Semuanya menggunakan daging ayam. Warung ini memang spesial nasi ayam.

Kalau menu nasi campur ayam sih, bagiku Warung Bu Mangku di Kedewatan Ubud tetap yang terbaik. Tapi kalau soal menu ayam guling jelas Warung Suweca tiada tanding. Lha wong ku memang belum nemu menu ini di warung lain. Hehe..

Seperti namanya, menu ayam guling di warung ini dimasak dengan cara diguling. Ayam itu sudah direbus terlebih dulu sehingga dagingnya jadi terlalu lunak, hal yang kurang aku suka. Meski demikian rasa ayam ini tetap mak jan. Gurih dengan baluran bumbu basa genep alias bumbu lengkap yang biasa dipakai dalam makanan khas Bali.

Karena diguling, tampilan daging ayam ini kecoklatan, mirip dipanggang. Minyak dagingnya yang melumuri daging bikin tambah ngiler. Menu ini disajikan dengan sayur daun ubi dan taburan bawang goreng. Menu tiap porsinya Rp 12 ribu. Nasi putihnya silakan tambah lagi bayar Rp 3000. Kalau sambalnya kurang pedas ya pesan sambal lagi seharga satu porsi nasi putih.

Bonus lain makan di sini adalah suasananya yang tenang. Padahal lokasinya persis di dekat jalan raya. Warung ini juga termasuk sepi karena tiap kali saya makan di sini hanya ada kurang dari sepuluh orang termasuk aku dan teman-teman. Kalau aku makan siang di sini, biasanya dengan teman yang kantornya di sekitar Sidakarya juga, bisa betah ngobrol. Apalagi ditambah iringan musik dari radio yang sengaja diputar untuk pengunjung.

Warung Suweca
Jl Bedugul 18 A Sidakarya
Denpasar Selatan
Telp 0361 – 7468354, 8067007

5 Comments
  • didut
    April 6, 2009

    asem!! …salah jam baca postingan ini …perutku jadi mak nyes melapar padahal hampir jam 3 pagi ini

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    yaudah. makan mie goreng saja sambil melototin ayamnya. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    April 7, 2009

    mimih, utk ukuran saya, msh mahal tuh om

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    wah, itu sih namanya pelit, bukan hemat. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • ekaBelog
    June 17, 2009

    Pengen makan tapi mahal…angguang tiapt cantok aja…hehe

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *