Biar Anak Tak Jadi Budak Gawai

Ilustrasi anak sedang main gim daring. Foto Anton Muhajir.

Bagaimana, sih, caranya agar anak tidak kecanduan HP?

Pertanyaan itu beberapa kali terjadi padaku. Biasanya dari teman yang sedang ngobrol bareng membahas soal keluarga, termasuk bagaimana anak kami masing-masing. Juga termasuk topik paling susah saat ini, mengatasi kecanduan anak pada ponsel.

Continue reading “Biar Anak Tak Jadi Budak Gawai”

Tak Ada yang Mengalahkan Tatap Muka

riset-ANUYa, telepon seluler memang penting banget.

Dengan alat dalam genggaman ini, banyak banget pekerjaan yang bisa kita lakukan. Sebagai alat komunikasi misalnya, telepon seluler masih berfungsi untuk komunikasi-komunikasi konvensional. Misalnya menelpon atau kirim pesan singkat.

Continue reading “Tak Ada yang Mengalahkan Tatap Muka”

Smartphone, Alat Liputan dalam Genggaman

Jauh banget beda dulu dan sekarang.

Dulu itu kira-kira 10 atu 15 tahun silam. Belum terlalu lama, sih. Tapi, dalam 10 atau 15 tahun tersebut banyak sekali perbedaannya. Alat-alat berat yang dulu jadi perlengkapan ketika liputan, kini bahkan bisa masuk kantung.

Continue reading “Smartphone, Alat Liputan dalam Genggaman”

Akhirnya Bisa Ngeblog Bergerak Juga

Maka, lahirlah tulisan ini.

Diketik dari Android, Samsung Galaxy S. Biasanya sih kalo ngeblog suka dari komputer jinjing.

Karena ini pertama kali pakai, jadi belum ngerti banyak. Kalau melihat sekilas sih bisa ngetik seperti biasa kalau di laptop. Fasilitas olah tulisan seperti bold, italic, garis bawah, atau potong teks juga ada.

Continue reading “Akhirnya Bisa Ngeblog Bergerak Juga”

Aneh Rasanya Jongkok Tanpa Ponsel

Padahal dulu-dulu juga biasa saja.

Tapi, ya begitulah. Malam ini, ketika jongkok di toilet tanpa memegang telepon seluler (ponsel), aku tiba-tiba merasa tak lengkap. Aku merasa ada sesuatu yang kurang.

Kemudian, setelah mikir lebih serius lagi, ternyata ponsel itu begitu melekat denganku. Tak cuma ketika, misalnya, jongkok di toilet tapi juga dari awal hingga akhir hari. Dari pagi hingga pagi lagi. Dia seolah-olah menjadi sesuatu yang tak bisa aku lepaskan sama sekali.

Continue reading “Aneh Rasanya Jongkok Tanpa Ponsel”

Di Dunia Maya, Kita Bisa Berjaya. Nyatanya?

Bulu kudukku merinding disko ketika melihat Eric Schmidt.

Tentu saja ini lebay. Tapi, begitulah adanya. Rasanya amat excited ketika melihat Pemimpin Eksekutif Google itu hadir di ruang pertemuan Grand Hyatt, Nusa Dua pekan lalu.

Continue reading “Di Dunia Maya, Kita Bisa Berjaya. Nyatanya?”

Mengulas iPad Karena Kepepet

Review (ulasan) ini aku buat karena banyak teman yang memintanya.

Maka, baikkah. Aku akan membuatnya. Tapi, sori kalo bahasanya bukan ala pengulas yang sudah biasa mengulas produk. Aku tak biasa mengulas sebuah produk apalagi gadget canggiah macam iPad ini. Anggap saja ini ulasan kepepet. #Maksa..

Continue reading “Mengulas iPad Karena Kepepet”

Tak Perlu Berisik Kalau Ngetik

Sekitar empat tahun lalu aku membayangkan. Tengah malam sambil berbaring di kasur aku punya ide. Lalu, saat itu juga aku bisa menuliskan atau sekadar menyimpannya di dalam komputer.

Imajinasi itu terjawab oleh komputer jinjing alias laptop. Tapi, membawa laptop ke tempat tidur bukan hal yang tepat. Pertama, laptop terlalu berat. Kedua, laptop tak bisa dipakai sambil rebahan. Kalau mau nekat sih bisa-bisa saja. Tapi, laptop tetap belum bisa menjawab kebutuhan itu.

Continue reading “Tak Perlu Berisik Kalau Ngetik”