
Sekitar empat tahun lalu aku membayangkan. Tengah malam sambil berbaring di kasur aku punya ide. Lalu, saat itu juga aku bisa menuliskan atau sekadar menyimpannya di dalam komputer.
Imajinasi itu terjawab oleh komputer jinjing alias laptop. Tapi, membawa laptop ke tempat tidur bukan hal yang tepat. Pertama, laptop terlalu berat. Kedua, laptop tak bisa dipakai sambil rebahan. Kalau mau nekat sih bisa-bisa saja. Tapi, laptop tetap belum bisa menjawab kebutuhan itu.
Lalu, datanglah produk bernama iPad ini padaku. Gratis lagi. Dan, walla!, ternyata imajinasiku empat tahun lalu itu bisa terwujud. Aku bisa mengetik sambil rebahan di kasur, tengah malam, dan alat itu dengan mudah aku taruh di atas perutku persis ketika aku membuat tulisan ini.
Menurutku, inilah keunggulan utama produk yang hingga saat ini belum dijual di Indonesia tersebut. Alat ini sangat mudah digunakan kapan saja untuk mengetik. Dia tidak berat. Papan tombol (keyboard) menjadi bagian dari layarnya. iPad digunakan dengan cara disentuh layarnya.
Maka, suaranya tak berisik. Aku bisa mengetik tanpa mengganggu anak dan istri yang sudah terlelap meski aku mengetik di samping mereka.
Kemudahan iPad untuk dipakai mengetik ini, bagiku, yang tak bisa aku temukan pada produk lain. Memang ada telepon seluler jenis qwerty, Black Berry, atau comunicator. Tapi, alat-alat itu masih terlalu kecil. Kurang nyaman untuk digunakan. Beda dengan iPad yang ukurannya sekitar 10 inchi sehingga tak susah untuk dipakai ngetik.
Karena kemudahannya dipakai mengetik ini, menurutku, iPad sangat tepat untuk mendukung pekerjaan bergerak tapi harus cepat membuat laporan, misalnya wartawan. Tapi, untuk mengirimnya harus ada wifi.
Dan, hiks, itulah masalahnya. iPad hanya bisa dipakai online di tempat yang ada wifinya. Alat seberat kurang dari 1 kg ini tak punya tempat untuk kartu telepon. Jadi, aku tak bisa pasang kartu untuk internetan.
Padahal, kalau bisa pakai kartu untuk internetan, bagiku alat ini sudah sempurna. Jadi, selain bisa ngetik di mana saja dengan mudahnya, aku bisa berselancar di mana saja.
Apalagi, aku tak terlalu butuh ebook, games, musik, video, peta, dan aplikasi keren lain yang ada di iPad ini. Semua keunggulan iPad itu runtuh gara-gara tak ada tempat colokan kartu untuk berinternet ria itu tadi. Kalau saja ada tempat untuk pasang modem, tentu benda kecil ini jauh lebih keren lagi.
Leave a Reply