Karena Bukan Pencuri, Maka Aku Pergi

Memenuhi permintaan tulisan kuliner dari sebuah majalah bulanan terbitan Jakarta, saya pun berkunjung ke kafe di jalan Pulau Kawe ini. Kafe ini khusus menjual mie dalam aneka olahan yang memang menggiurkan.

Saya sudah pernah menulisnya sekitar setahun lalu untuk majalah kuliner yang lain. Karena itu ketika ada permintaan menulis kembali kafe ini, saya menerimanya dengan senang hati. Sebab selain menunya yang khusus, berbagai olahan mie, itu disajikan dalam olahan enak, kafe ini juga bagus karena suasananya yang asik. Kafe ini memang layak direkomendasikan sebagai tempat bersantap.

Continue reading “Karena Bukan Pencuri, Maka Aku Pergi”

Dunia Tanpa Kemiskinan Bukanlah Impian

Muhammad Yunus

Perdagangan global itu seperti ratusan jalan tol. Perlu ada yang mengatur: batas kecepatan, lampu merah, batas ukuran kendaraan, dan seterusnya. Tanpa aturan, maka truk-truk besar dengan kecepatan tinggi saja yang bisa melewatinya. Aturan tidak hanya akan membuat kendaraan-kendaraan kecil punya kesempatan menggunakan jalan tapi juga disejajarkan dengan kendaraan yang lebih besar.

Tapi bagi Muhammad Yunus, peraih hadiah Nobel Perdamaian 2006, aturan saja tidak cukup. Kendaraan-kendaraan kecil itu harus diberikan jalan yang lebih baik. Sebab dalam praktik selama ini, jalan besar bebas hambatan itu tak hanya menghilangkan kesempatan tapi juga menyingkirkan kendaraan-kendaraan kecil tersebut.

Continue reading “Dunia Tanpa Kemiskinan Bukanlah Impian”

Pak Walikota, Buatlah Tempat Nongkrong di Denpasar

Salah satu hal menarik yang saya temui ketika numpang lewat di Mataram, Jumat pekan lalu adalah adanya tempat nongkrong di kota ini. Di Jalan Udayana, sekitar Bandara Selaparang, ada lokasi yang memang diperuntukkan untuk warga kota duduk santai di sini. Tak hanya bersantai-santai tapi juga bersantap enak dan murah.

Rizal Hakam, sopir taksi yang mengantar saya ke sini menyebut tempat ini kawasan jalan Udayana. Begitu pula dengan pedagang kaki lima yang saya ajak ngobrol malam itu. Jadi memang tidak ada nama khusus untuk menyebut lokasi ini. Saya sebut saja tempat ini pusat lesehan Udayana. Agak unik saja sih. Udayana tapi ada di Mataram. 🙂

Continue reading “Pak Walikota, Buatlah Tempat Nongkrong di Denpasar”

Suara Mengaji di Cafe Senggigi

Berkunjung ke Senggigi, kawasan wisata paling tersohor di Lombok, pada bulan Puasa ternyata memiliki keunikan tersendiri. Suara orang tadarus di antara dentuman musik cafe atau lalu lalang orang usai tarawih di depan turis-turis menenggak bir jadi hal lumrah. Bagiku, kebersamaan dua sisi yang sering kali diposisikan berseberangan itu, adalah hal unik.

Kenikmatan duniawi, yang bagi sebagian orang adalah terlarang, nyatanya bisa berdampingan dengan kenikmatan rohani, yang bagi sebagian orang lain adalah ilusi.

Continue reading “Suara Mengaji di Cafe Senggigi”

Lomba Blog BBC untuk Kuta Karnival

Memeriahkan Kuta Karnival 2009 sekaligus menghidupkan kembali semangat ngeblog yang makin redup, Bali Blogger Communty (BBC) mengadakan Lomba Ngeblog untuk Umum. Lomba ini bertujuan untuk mengembangkan citizen journalism (jurnalisme warga) sebagai media informasi alternatif. Tulisan harus disertai foto, karena foto juga akan dinilai. Lomba terbuka bagi siapa saja yang berminat menulis . Adapun tema tulisan adalah tentang Kuta Karnival 2009.

Untuk mengikuti lomba blog kali ini, Peserta cukup mengirimkan link tulisan atau bisa mengirimkan tulisan melalui email : lombablogbbc2009@gmail.com.

Continue reading “Lomba Blog BBC untuk Kuta Karnival”

Sudah Bayar Dibentak Pula

Petugas berbaju batik putih biru itu menghalangi jalanku keluar dari gerbang Bandara Ngurah Rai Rabu pukul 9.30 Wita pagi ini. Dia berhenti dengan sepeda motornya di tengah satu-satunya jalur untuk keluar bandara tersebut.

Aku tekan bel. Dia lalu mundur dengan tatapan tak bersalah, apalagi minta maaf. Tidak apa-apa. Bukan masalah besar.

Continue reading “Sudah Bayar Dibentak Pula”

Makanan Mak Nyus Sekitar Kampus

Ketika masih jadi mahasiswa harga hemat adalah syarat utama untuk memilih warung tempat makan bagiku. Rasa nikmat dan nyamannya tempat itu urusan nomor kedua atau ketiga atau malah tidak penting sama sekali. Sebab kadang-kadang urutan pertama justru, apakah warung-warung itu menerima bon. Hehe..

Dengan alasan hemat itu pula, aku memilih warung-warung yang berada di daerah Sanglah Denpasar berikut. Warung-warung ini berada di sekitar kampus Universitas Udayana (Unud), universitas negeri terbesar di Bali.

Continue reading “Makanan Mak Nyus Sekitar Kampus”

Aksen “a” Para Penunggang Kuda

Bahasa Jawa itu punya banyak dialek atau logat. Satu tempat berbeda dialek dengan tempat lain. Karena beda dialek ini, dua orang yang berbicara pun kadang bingung pada makna kata lawan bicaranya satu sama lain meski sama-sama ngomong Bahasa Jawa.

Ini aku alami pula ketika di Bromo, Probolinggo. Pembicaraan sesama penunggang kuda yang memandu perjalanan ke puncak Bromo terdengar asing bagiku. Padahal mereka semua berbincang dalam bahasa Jawa, bahasa yang aku akrabi bahkan sejak aku belum lahir.

Continue reading “Aksen “a” Para Penunggang Kuda”