Matinya Regenerasi Komunitas Blogger (Bali)

Perempuan Bali Blogger
Mari merayakan Hari Blogger Nasional sambil mengelus dada.

Hari ini, blogger Indonesia merayakan Hari Blogger Indonesia. Hari Blogger diperingati pertama kali pada tujuh tahun silam. Ketika itu para blogger dari berbagai daerah berkumpul di Jakarta dalam Pesta Blogger Indonesia.

Continue reading “Matinya Regenerasi Komunitas Blogger (Bali)”

Berikan Ruang Dulu, Aturan Belakangan

Ini orang kok ngotot sekali ya?

Berkali-kali mereka bilang kalau netizen, termasuk blogger dan pengguna social media lainnya, harus beretika ketika bersuara di dunia maya. Menurut mereka harus ada aturan agar penggunaan media baru ini tidak kebablasan dan menimbulkan masalah.

Continue reading “Berikan Ruang Dulu, Aturan Belakangan”

Kopdar Mizan, Dari Blog Menuju Buku

Awalnya agak meragukan dan seperti lost focus.

Lha masak para blogger terpilih malah diajari hal amat mendasar tentang blog. Misalnya, apa itu blog, jenis-jenis blog, dan semacamnya. Padahal, setahuku, sekitar 60 blogger yang hadir di Gathering Blogger Mizan ini blogger pilihan.

Continue reading “Kopdar Mizan, Dari Blog Menuju Buku”

Dukung Kami, Jangan Terus Ditakut-takuti

Nyaris semua komunitas blogger belum pernah didukung pemerintah setempat.

Kesimpulan itu aku ambil setelah bertanya lewat Twitter, adakah komunitas blogger daerah yang pernah bekerja sama dengan pemerintah setempat? Ternyata hampir semua penjawab menyatakan belum.

Continue reading “Dukung Kami, Jangan Terus Ditakut-takuti”

Blogger ASEAN di Bawah Ancaman Penjara

Foto Huffington Post [updated]

Fuck Human Rights. Book a Vacation in Vietnam.

Kalimat provokatif itu muncul di bagian atas website Reporters Without Borders, lembaga pemantau kebebasan kebebasan pers ternama di dunia. Dia mengingatkan kenyataan pahit di balik pesona Vietnam sekaligus eksotisme Asia Tenggara, warga kawasan ini masih di bawah ancaman pelanggaran hak asasi Continue reading “Blogger ASEAN di Bawah Ancaman Penjara”

Mereka Peduli. Anda Tidak, Pak Menteri..

Ketika Kedutaan Amerika Serikat mengundangku sebagai embedded blogger, diam-diam aku meratap juga.

Kalau Amerika begitu peduli pada warga dunia maya (netizen) khususnya blogger, kenapa justru pemerintah Indonesia begitu ketakutan terhadap kami? Kalau Amerika memberi tempat begitu istimewa pada blogger, kenapa pemerintah tak pernah mengajak kami? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang mengusik kepalaku.

Continue reading “Mereka Peduli. Anda Tidak, Pak Menteri..”

Yay, I’m Tumblring Too

Mending terlambat memulai, daripada terlambat ngangkat jemuran. #kriuk. 😀

Maka, daripada tidak sama sekali, aku pun mulai mencoba Tumblr. Sejak Mei lalu, aku pun membuat akun dan rajin mengupdate bahan di halaman Tumblr. Isinya acak adut. Apa saja yang terlintas di kepala atau di monitor saat berselancar.

Continue reading “Yay, I’m Tumblring Too”

Mendekatkan Teknologi Informasi pada Petani

Semangat Frans Bongkaraeng terhambat leletnya koneksi internet dan laptopnya yang sudah uzur.

Frans, staf keuangan Yayasan Komunitas Indonesia (Yakomi), lembaga swadaya masyarakat (LSM) pendamping petani di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Kabupaten ini baru terbentuk pada 2003. Sebelumnya, dia masuk dalam satu wilayah bersama Polewali membentuk Polewali Mamasa (Polmas).

Continue reading “Mendekatkan Teknologi Informasi pada Petani”

KISS agar Tulisan Lebih Manis


Bukan lagi media yang mengendalikan pembaca, tapi sebaliknya, pembaca yang mengendalikan media.

Begitulah prinsip media online. Terlalu banyak pilihan media bagi pembaca. Kalau pembaca tak suka, dia tinggal klik, memindahkan alamat yang dia baca. Dari situs di Indonesia, dia bisa langsung pindah ke negeri antah berantah.

Continue reading “KISS agar Tulisan Lebih Manis”

Agar Tulisan Kita Bisa Dipercaya

Percayalah sama status Luna Maya di twitter daripada infotainmen.

Sebab, status Luna Maya di twitter adalah pernyataan resminya sedangkan infotainmen merupakan tafsir mereka terhadap status itu. Luna Maya adalah sumber pertama, infotainmen sumber kedua.

Continue reading “Agar Tulisan Kita Bisa Dipercaya”