Untunglah Tetap Semangat..

Dor!

Sekarang di salah satu pojok gate E1, Bandara Changi, Singapore. Aku dalam perjalanan ke Phnom Penh, Kamboja utk ikut kursus jurnalisme investigasi sampe 1 Agustus ntar. Sejak dari Bali tadi pagi, di Jakarta, dan sekarang fisikku masih payah. Pilek, demam, dan sedikit pusing. Padahal aku udah minum Sanaflu. Ya, untunglah semangat tetap menyala! He.he.

Ok. Ntar lagi pesawat Silk Air take off. Aku harus siap2.

-dari s’pore jam 3.30 waktu setempat-

Mengkaji Mitos Modern Bernama Barbie

Resensi Buku Barbie Culture: Ikon Budaya Konsumerisme

Boneka Barbie mengkomodifikasi piranti bermain gadis kecil menjadi sebuah mitos tentang kecantikan. Melalui buku ini, Mary F. Rogers menyatakan bahwa boneka Barbie adalah ikon rasisme, seksisme, konsumerisme, dan materialisme.

Awalnya, Elliot Handler membuat boneka Barbie hanya karena anak perempuannya, Barbara Handler tertarik pada sebuah boneka Lili yang dilihatnya ketika belanja selama liburan di Swiss pada 1956. Boneka Lili merupakan boneka produksi Jerman yang diilhami kartun strip dan dibuat sebagai simbol seks bagi laki-laki. Tiga tahun kemudian, Mattel Inc memproduksi boneka Barbie. Mattel Inc, sendiri didirikan Elliot bersama temannya Harold Matson pada 1944. Makanya perusahaan itu bernama Matt (dari Matson) dan El (dari Elliot). Barbie yang kemudian menjadi ikon budaya itu juga meminjam nama anak Elliot, Barbara. Demikian pula pacar Barbie, Kendra. Dalam kehidupan nyata, Barbie dan Ken adalah dua bersaudara. Namun dalam imajinasi produksi Mattel, keduanya adalah sepasang kekasih.

Continue reading “Mengkaji Mitos Modern Bernama Barbie”

Bali's Subak museum faces the threat of closure

The Jakarta Post , Jakarta | Thu, 07/08/2004 10:40 AM | Life

Anton Muhajir, Contributor/Tabanan, Bali

The fact that most young Indonesians would rather be anywhere else but a museum on their days off is not so much a cultural problem, as a management failure on the part of our museums.

Take, for example, Subak Museum in Kediri village, Tabanan regency, Bali, which is dedicated to Bali’s traditional irrigation system, called subak, and its meaning to the survival of the Balinese.

Continue reading “Bali's Subak museum faces the threat of closure”

Mempertanyakan Rasionalitas Pemilih

Finally, Pemilihan Presiden (Pilpres) secara langsung di Indonesia bisa dilaksanakan juga. Inilah hal yang paling membanggakan di Indonesia, paling tidak sejak aku lahir. Untuk pertama kalinya rakyat Indonesia memilih calon presidennya secara langsung. Ya, meskipun masih ada tahap selanjutnya yang belem selesai. But, tidakkah Pilpres 5 Juli kemarin suatu langkah yang luar biasa.

Kebetulan sekali aku bisa menikmati Pilpres di rumah, Mencorek sebuah desa di pesisir utara Lamongan, Jawa Timur. Asik juga melihat bagaimana antusiasme tetangga-tetanggaku menuju tempat pemungutan suara di sekolah satu-satunya di kampungku. Namun masih ada beberapa yang mengganjal.

Continue reading “Mempertanyakan Rasionalitas Pemilih”