Hari I: Insist, Sahani, dan Cah Andong

Seharusnya aku posting tulisan ini pekan lalu saat di Jogja. Apa boleh buat, selama di sana aku tidak bisa online. Bisa sih pas hari ketiga. Tapi selain sebentar, koneksi warnet di ujung Jl Dagen, kawasan Maliboro itu leletnya setengah mati. Maka, aku cuma bisa cek imel bentar waktu itu.

Baiklah. Mari mulai dari review. Ngapain di mana saja selama di Jogja.

Bedanya di Jogja kali ini dibanding sebelum-sebelumnya adalah karena sama Bani, my little dictator. 😀 Tidak enak saja sih. Minggu sebelumnya sudah aku tinggal lima hari ke Makassar. Maka, mumpung lagi liburan, sekalian saja aku ajak Bunda dan Bani untuk ke Jogja. Toh, Jogja kota yang sangat asik buat liburan.

Continue reading “Hari I: Insist, Sahani, dan Cah Andong”

Kalau Saja Aku Kenal Blodog Lebih Dalam

Sekitar sepuluh hari lalu aku tertawa dalam hati ketika melihat tayangan TV One soal ikan blodog. Dalam acara 1001 Dunia itu disebut bahwa ikan bernama bahasa Inggris mudskipper itu merupakan salah satu ikan langka di dunia. Sebab blodog hidupnya lebih banyak di darat. Berbeda dengan ikan lain yang hidupnya di dalam air.

Menurut acara yang dipandu Nugie itu, ikan bernama latin Periophthalmus modestus ini adanya di Nikaragua dan satu negara lagi yang aku lupa namanya. Kalimat inilah yang bikin aku ketawa sendiri.

Continue reading “Kalau Saja Aku Kenal Blodog Lebih Dalam”

Baru Bisa Ngeblog Lagi

Huh, akhirnya bisa ngeblog lagi setelah sekitar seminggu offline. Lima hari di Jogja kemarin memang membuat tidak sempat ngeblog. Padahal buanyak banget pengalaman menarik untuk ditulis.

Perjalanan lima hari di Jogjakarta dan Jawa Tengah kemarin, bagiku, memang benar-benar asik. Hal terpenting yang kupelajari kemarin adalah: mari mulai dari yang dekat, dengan apa yang bisa kita perbuat.

Ceritanya besok-besok saja. Sekarang istirahat dulu. 🙂

Most Wanted Words in Google

Iseng aja. Ini percobaan bagaimana sih Google merepon kata-kata di blogku setelah aku tulis kata-kata yang paling banyak dicari di Google. Siapa tau memang menarik untuk dicoba untuk menipu banyak orang. 😀

1. marc chagall
2. snarky
3. dane cook
4. hoopz
5. megan hauserman
6. i love money
7. toastee
8. black chicken
9. lolo jones
10. the fifth element

Catatan Usai PNHR II Makassar

Kerjaanku di Pertemuan Nasional Harm Reduction (PNHR) II di Makassar sudah usai dua hari lalu. Aku sudah di Bali lagi. Sekarang waktunya membuat catatan soal pertemuan nasional tersebut. Itung-itung jadi otokritik atas kerjaan selama di sana.

Namanya kritik, tentu saja berangkat dari sebuah masalah. Ini bukan berarti suka melihat masalah saja. Ada beberapa hal yang layak diapresiasi. Misalnya betapa para pengguna ataupun mantan pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain (Napza) terlibat sepenuhnya di kegiatan itu. Salut juga melihat mereka bekerja sampai pagi-pagi untuk mengurus sekitar 600 peserta pertemuan.

Continue reading “Catatan Usai PNHR II Makassar”

Silakan Iri pada AngingMammiri

Feeling saja, sih. Ketika aku lihat dua cewek datang, lewat di depanku sambil pegang HP lalu HPku bergetar, aku menyapanya dengan tangan. Dan, ah, ternyata benar. Inilah dua perempuan dari AngingMammiri (AM), komunitas blogger Makassar. Salah satunya, Ina si Pecandu (warna) Ungu alias Purpleholic, satu-satunya blogger yang aku kenal lewat dunia maya ini sebelumnya.

Maka, kopdar sama teman-teman AM pun berlangsung di anjungan pantai Losari, Makassar petang tadi. Ada sekitar 10 teman dari AM yang ikut. Ina, Unga, Iqko, Mus, Ntan, Anhie, Made, Syahril, dan Ary.

Continue reading “Silakan Iri pada AngingMammiri”

Target: Paottere’, Losari, Sara’ba, dan Pisang Epe

Ini hari ketiga di Makassar, tapi aku belum juga jalan-jalan. Ngebet banget segera menyantap ikan bakar di Paottere’, tapi sampai malam ini ternyata belum bisa. Selain Paottere’, sebenarnya ada beberapa tempat yang ingin aku kunjungi lagi, seperti pada 2004 lalu. Waktu itu sih enak aja jalan-jalan ke beberapa tempat di Makassar. Tapi untuk saat ini, ya, begitulah. Belum ada waktu yang tepat. Tunggu saja besok.

Kemarin malam sih jalan sebentar di Port Roterdam di sela malam ramah tamah. Tidak terlalu menarik karena malam-malam. Apalagi aku lihat sekilas, benteng yang umurnya ratusan tahun ini agak kusam. Benteng ini sedang dipermak sedikit di beberapa bagian.

Continue reading “Target: Paottere’, Losari, Sara’ba, dan Pisang Epe”

Antara Ritual dan Tradisi Kekerasan

Lima laki-laki itu menari membawa api di tangan kanannya. Kedua tangan merentang. Api menyala dari tambang yang dibakar. Lalu, dengan posisi di bawah lengan kiri, api itu digerak-gerakkan. Dari ujung jari ke bahu. Mereka membakar tangan itu!

Tapi tidak ada sakit. Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Nafsiah Mboi yang dibakar kedua tangannya pun hanya tersenyum. Peserta lain, yang tangannya dibakar, malah berseru, “Rasanya dingin.”

Continue reading “Antara Ritual dan Tradisi Kekerasan”

Untung Ada Coto Makassar

Here I am. Di Makassar dengan ketidakjelasan. Apa yang harus aku kerjakan? Serba salah. Mau nolak, teman yang ngajak. Setelah bersedia, tidak jelas tanggung jawabnya. Bahkan ketika aku sudah sampai di tempat acara, aku belum juga tahu apa saja yang harus aku kerjakan. Duh..

Sekira dua minggu lalu seorang teman, kini bekerja di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, telepon. Minta tolong aku bantu mengurus media selama Pertemuan Nasional Harm Reductin (PNHR) di Makassar, 14-18 Juni ini.

Continue reading “Untung Ada Coto Makassar”