Ketika yang Wangi pun Peduli

Bukan saatnya lagi melihat aktivis sebagai sesuatu yang garang dan menyeramkan.

Inilah saatnya yang cantik dan wangi beraksi. Atau menggerakkan tanpa harus dengan turun berdemo ke lapangan. Setidaknya begitlah yang aku pelajari dari Aksi Klik Hati, inisiatif dari PT Merck untuk mendukung gerakan sosial melalui jejaring sosial.

Continue reading “Ketika yang Wangi pun Peduli”

Tak Hanya Rekreasi Tapi Juga Produksi

Daripada menyediakan peluang, pemerintah lebih suka memberikan aturan menakutkan.

Apalagi ketika menteri yang mengurusi teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) saat ini, Tifatul Sembiring, lebih melihat TIK sebagai ancaman daripada peluang. Sejak jadi menteri, mantan Ketua Partai Keadilan Sejahter (PKS) ini, mulai membuat kebijakan yang cenderung mengekang kreativitas dan menakutkan.

Continue reading “Tak Hanya Rekreasi Tapi Juga Produksi”

Mempertanyakan Rekayasa di Layar Kaca

Ide pertanyaan datang dari Twitter. Di sana pula jawabannya kami temukan.

Pancingan tersebut berasal dari twit salah satu pengguna Twitter di Bali Minggu malam kemarin. “Termehek-mehek mengambil lokasi di Bali.” Begitu kurang lebih kicauannya.

Continue reading “Mempertanyakan Rekayasa di Layar Kaca”

Sembah Takzim untuk Para Pengabdi

Hingga pelosok desa, para penggiat LSM di Polewali Mandar (Polman) ini mendampingi petani.

Dan, seperti biasa, kegigihan orang-orang seperti mereka ini selalu membuat takjub. Mereka bekerja jauh dari ingar bingar popularitas baik media massa maupun jejaring sosial. Tapi, mereka punya basis dan perubahan yang jelas.

Continue reading “Sembah Takzim untuk Para Pengabdi”

Agar Warga Biasa Mengawasi Kota

Pelaksanaan proyek pembuangan limbah cair Denpasar jadi hal mengganggu bagi warga kota ini.

Pembangunan yang lebih dikenal dengan nama Denpasar Sewerage Development Project (DSDP) ini yang tak kunjung selesai sering membuat jalan raya ditutup. Maka, warga harus mencari jalur lain. Kadang-kadang juga terjadi kemacetan akibat pembangunan proyek ini.

Continue reading “Agar Warga Biasa Mengawasi Kota”