
Pada hari pertama, penampilan rapi jali.
Eh, tidak rapi-rapi amat sih. Hanya mengubah kaos oblong dengan kemeja flanel. Namun, dalam ukuranku, ini sudah masuk kategori resmi.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.

Pada hari pertama, penampilan rapi jali.
Eh, tidak rapi-rapi amat sih. Hanya mengubah kaos oblong dengan kemeja flanel. Namun, dalam ukuranku, ini sudah masuk kategori resmi.

Pagi ini aku bangun kepupungan.
Dalam bahasa Indonesia, kepupungan itu semacam kaget dan agak panik. Antara otak dan nyawa belum sepenuhnya sinkron untuk menggerakkan tubuh.

Tidak usahlah menghitung lokasi wisata di Indonesia.
Percuma. Tidak bakal bisa karena terlalu banyak jumlahnya. Semuanya menarik. Dari ujung barat laut di Sabang hingga ujung tenggara di Merauke, semua menggoda.

Asap putih lebih pekat muncul dari puncak Gunung Agung.
“Beda kan awannya? Lebih gelap dan pekat dibanding awan-awan di atasnya. Sepertinya itu awan dari kawah,” kataku percaya diri.
Continue reading “Beratnya Menahan Diri saat Banjir Informasi”

Tiga kursi satu baris itu telah terisi.
Dua perempuan dan satu laki-laki. Salah satunya sudah duduk manis di kursi bernomor sama dengan nomor kursi di boarding pass punyaku.

Tahun ini, KPK kembali mengadakan pelatihan jurnalisme warga.
Lokasinya di Desa Nyuh Kuning, Ubud. Persisnya di rumah pentolan dan gitaris Navicula yang juga aktivis, Gede Roby.
Continue reading “Tahun Kedua Pelatihan Jurnalisme Warga KPK”