Di Negeri Ini Kekayaan adalah Kutukan

Kejadian sekitar empat tahun lalu itu mendadak muncul di ingatan.

Waktu itu aku menemani seorang teman dari Belanda yang datang ke Bali. Kami berkunjung ke salah satu petani organik di Tabanan. Ketika melihat salah satu pohon kakao, teman itu berseru, “Wow, akhirnya aku melihat pohon coklat juga.”

Continue reading “Di Negeri Ini Kekayaan adalah Kutukan”

Menjura pada Mereka yang Tak Lelah Bekerja

Tentu saja ini kejutan dan berkah.

Ternyata, ketika aku di Mbay, Nagekeo untuk liputan tentang Sekola Lapang Petani, pada saat yang sama juga ada Sabirin, pendiri Yayasan Pertanian Alternatif Nusantara Sumatera Utara (PANSU). Kami menginap di hotel yang sama di ibukota Kabupaten Nagekeo ini.

Continue reading “Menjura pada Mereka yang Tak Lelah Bekerja”

Kopi di Bajawa, Kakao di Nangapenda

Hari ketiga di Flores kali ini.

Tujuan pertama adalah petani kopi di Desa Beiwae, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Aku sudah pernah ke kawasan penghasil kopi arabika ini sekitar tahun 2008. Tapi, sekarang agak berbeda dibanding empat tahun lalu.

Continue reading “Kopi di Bajawa, Kakao di Nangapenda”

Papalaka, Kekuatan Bersama Mama-mama

Bau tak sedap menguap kuat.

Di hidung tercium bau seperti kotoran atau sampah. Agak-agak kecut dan busuk. Namun, bau tak sedap itu sama sekali tak menghalangi semangat ibu-ibu di Desa Malanusa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada dua hari lalu.

Continue reading “Papalaka, Kekuatan Bersama Mama-mama”

Petani Menjadi Murid Sekaligus Guru

Akhirnya sampai juga di Mbay, Flores bagian utara.

Perjalanan dari Ende, di ujung selatan Flores, ke Mbay, ibukota Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Barat ini sekitar 3 jam. Rutenya sama dengan jalan di Flores pada umumnya, naik turun dan berkelok-kelok.

Meskipun sudah berkali-kali ke Flores, ini pertama kali aku ke Mbay. Sebagai kota baru, dulu bagian dari Kabupaten Ngada sebelum jadi kabupaten sendiri, Mbay tak jauh berbeda dengan Labuan Bajo, Manggarai Barat. Keramaian dan kemajuan keduanya masih kalah meskipun dibandingkan dengan ibukota kecamatan atau malah kelurahan di Jawa atau Bali.

Continue reading “Petani Menjadi Murid Sekaligus Guru”

Selamat Datang Generasi Eksis dan Kritis

Ternyata, netizen Bali itu muda dan berbeda.

Demikian salah satu hasil penting dari survei daring (online) yang kami adakan lewat Sloka Institute selama sebulan lalu. Sebagian hasil survei sudah bisa ditebak. Namun, sebagian lainnya justru mengejutkan. Dan, menyenangkan.

Survei daring tersebut kami adakan pada 21 Mei – 20 Juni 2012. Ada 401 responden mengisi survei untuk pengguna internet (netizen) di Bali maupun orang Bali yang tinggal di luar Bali tersebut.

Continue reading “Selamat Datang Generasi Eksis dan Kritis”

Agar Pelatihan Persma Lebih Tepat Guna

Sekadar perbaruan saja, sih.

Sebenarnya, materi tentang pelatihan pers mahasiswa (persma) ini sudah pernah aku tulis. Tapi, mumpung ada cantolan terbaru, maka aku tulis lagi. Ada pembaruan berdasarkan hasil diskusi hari ini dengan teman-teman pegiat persma di Denpasar, Bali.

Continue reading “Agar Pelatihan Persma Lebih Tepat Guna”