Anomali Jargon Ajeg Bali

KKB-ajegbaliDari lahirnya, konsep ajeg Bali memang penuh kontroversi.

Ketika kelompok media Bali Post (KMB) menggulirkan ide Ajeg Bali, sebagian kecil intelektual di Bali melakukan resistensi. Meski tidak dalam skala besar dan terang-terangan, suara kritis dan sinis terhadap konsep ini masih terdengar.

Continue reading “Anomali Jargon Ajeg Bali”

Kelas Jurnalisme Warga Nyaris Hatrick

puspadibali

Ini tumben sampai ada pelatihan seminggu berturut-turut.

Sabtu – Minggu lalu pelatihannya di Yayasan Pusat Pemberdayaan Disabilitas (Puspadi) Bali. Pelatihan dua hari tersebut adalah kegiatan rutin Kelas Menulis Jurnalisme Warga Sloka Institute.

Continue reading “Kelas Jurnalisme Warga Nyaris Hatrick”

Teknik Memotret dengan Ponsel Pintar

citizen reporterBagi pewarta warga, ponsel pintar adalah senjata utama.

Dengan ponsel ini, warga bisa merekam hal-hal menarik di sekitarnya. Saat ini, semua ponsel pintar, dari yang paling canggih dan mahal hingga yang tiruan dan murah, pasti dilengkapi kamera.

Continue reading “Teknik Memotret dengan Ponsel Pintar”

Pura, antara Sakral vs Komersial

Apakah pura boleh menjadi tempat yang dikunjungi turis? Atau untuk sembahyang saja?

Polemik itu muncul setelah Gubernur Bali mengusulkan agar ada larangan bagi turis yang akan berkunjung ke pura. Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Continue reading “Pura, antara Sakral vs Komersial”

Jalan Panjang Menuju Rezim Keterbukaan

LAPOR

Masak optimisme saja kita tak punya sih?

Karena itulah aku memilih optimis. Aku memilih yakin bahwa negeri ini akan lebih baik jika serius menerapkan keterbukaan. Meskipun, perjalanan menuju keterbukaan itu masih panjang.

Continue reading “Jalan Panjang Menuju Rezim Keterbukaan”

Merebut Kedaulatan Petani atas Benih Sendiri

Bersemi Dalam Tekanan Global0001Secarik kertas itu memaksa Kuncoro masuk penjara.

Petani di Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu ditangkap pada 16 Januari 2010 lalu. Dia dituduh memalsukan merek benih jagung.

Pagi itu, 15 anggota polisi menangkapnya. Mereka membawa surat perintah dari Polres Kediri untuk menahan Kuncoro. Setelah itu, petani pengembang benih itu pun harus tinggal di penjara selama tujuh bulan.

Continue reading “Merebut Kedaulatan Petani atas Benih Sendiri”