Cerita Tengkorak dari Bukit Choeung Ek

Suara puja dalam bahasa Khmer mengalun dari pengeras suara sebuah kuil kecil di Choeung Ek, sekitar 15 km barat daya Phnom Penh, ibukota Kamboja. Puja itu iramanya sama dengan azan dari masjid atau kidung dari pura. Ketika mendengar pertama kali, aku bahkan mengira suara orang mengaji. “Tapi apa iya di tempat ini ada masjid?” pikirku.

Dari Tan Surya, sopir taksi sekaligus pemandu perjalanan, aku baru tahu bahwa suara itu adalah puja biksu dari kuil atau pagoda. Hari itu, hari terakhir di Kamboja setelah selesai kursus.

Continue reading “Cerita Tengkorak dari Bukit Choeung Ek”

Cerita Negara dengan Luka dan Trauma

Sudah sebulan lalu lalu pulang dari Kamboja. But, baru sekarang bisa nulis cerita selama di sana. Tidak masalah meski telat. Yang penting kan aku masih menyimpan cerita itu. Syukur-syukur kalo ada yang baca cerita ini. Ya, barangkali bisa jadi referensi atau sekadar tempat berbagi.

Aku berangkat karena kebaikan hati teman-teman di Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Mereka mendaftarkan aku ikut seleksi Investigative Reporting Course yang diadakan Philippine Centre for Investigative Journalism (PCIJ) dan Southeast Asian Press Alliance (SEAPA) Bangkok. Tidak ada salahnya dicoba kan? Eh, ternyata aku lolos seleksi mewakili media tempatku bekerja. Padahal cuma modal nekat. ๐Ÿ™‚

Continue reading “Cerita Negara dengan Luka dan Trauma”

Tak Hanya Menyanyi, Mereka Juga Kiri!

Siapa sangka ternyata John Lennon (siapa yang tidak kenal dia?), Bono (U2), serta Thom Yorke (Radiohead) ternyata digolongkan sebagai orang-orang kiri. Padahal mereka selama ini hanya dikenal sebagai penyanyi. Itupun barangkali hanya di komunitas penggemar rock. Setidaknya itu yang ditulis buku Menjadi Kiri itu Seksi terbitan Penerbit Alinea Yogyakarta Mei lalu.

Munculnya rock memang tidak bisa dipisahkan dari kritik sosial maupun politik. Pilihan kelompok musik ini bisa berupa lirik, gaya pakaian, maupun keterlibatan langsung dalam gerakan-gerakan politik. Pada 1960-an kelompok musik rock dengan gaya rambut panjang, celana jeans, pro drugs, dan lirik-lirik bertema cinta muncul sebagai protes karena Perang Vietnam.

Continue reading “Tak Hanya Menyanyi, Mereka Juga Kiri!”

Exhibition explores journalistic flaws, hardships

The Jakarta Post , Jakarta | Thu, 08/26/2004 2:30 PM | Life

I Wayan Juniartha, The Jakarta Post/Denpasar, Bali

The Bali Independent Journalists Alliance (AJI Bali) has a unique way of celebrating its 10th anniversary — organizing a cartoon exhibition, where most of the work deals with the dark side of journalism, from news-spinning and insinuation to the prevailing culture of bribery among local journalists.

Titled “”Journalists in the Eyes of Cartoonists””, the exhibition features 32 works of 17 local cartoonists, including some of the island’s most respected cartoonists such as Ida Bagus Marti naya, Kadek Jango Pramartha, Wayan Gunasta and Cece Riberu. Held in the Bali Museum in downtown Denpasar, the exhibition runs through Aug. 28.

Continue reading “Exhibition explores journalistic flaws, hardships”

Lalat di Cangkir Kopi

-dari sebuah milis. lucu dan nylekit-

Di sebuah negeri antah berantah, suatu sore, seorang dokter, seorang aktivis lingkungan, seorang mahasiswa dan seorang tentara sedang duduk di warung kopi. Jika seekor lalat masuk ke cangkir kopi mereka, apa yang akan terjadi?

Dokter: Kopi dan cangkirnya dibuang, lalu dia mengganti dengan yang baru.

Aktivis Lingkungan: Lalat diambil, dikeringkan, lalu dilepas (bila masih hidup). Kopinya, tetap diminum.

Mahasiswa: Lalat di buang nggak peduli mau hidup atau mati dan Kopi tetap diminum.

Continue reading “Lalat di Cangkir Kopi”

Mahasiswa Bukan Tukang Kuliah

-Hari ini pengumuman seleksi penerimaan mahasiswa baru. Kira2 adikku lulus gak ya? Ya, itung2 menyambut hari pengumuman, aku post aja tulisanku. Udah lama, sih. But daripada gak ada tulisan. Soal cerita dari Kamboja, masih sedang dibuat. Ntar juga tak post-

Kalau mahasiswa kerjanya cuma kuliah, kembali sajalah ke sekolah menengah umum (SMU) atau setingkatnya. Kebebasan akademik selama jadi mahasiswa teramat mahal untuk dilewatkan.

Ketika masih sekolah di SD, SLTP, hingga SLTA posisi siswa sebatas menjadi objek pendidikan. Sudah ada sistem yang demikian mapan melalui mata pelajaran, kurikulum, seragam, juga model pengajaran. Siswa tinggal menerima apa yang disampaikan guru. Tidak banyak ruang yang bisa dipergunakan siswa untuk bisa mengeksplorasi pemikiran, kadang-kadang โ€œkegilaanโ€ siswa.

Continue reading “Mahasiswa Bukan Tukang Kuliah”

Kamboja, Boleh Juga

Masih di Kamboja,

Ini hari terakhir sebelum besok balik ke Indonesia. Seminggu di sini lumayan juga. Kenal wartawan dari negara tetangga dan belajar dari mereka. Yg dari Filipina terutama, asik banget kayaknya krn didukung undang2 yg emang udah bagus dan terbuka. Panteslah kalo mrk sampe bisa bikin Estrada mundur.

Seharian tadi jalan2. Ke Killing Field, Champa, dll. Asik juga. Apalagi ceweknya cakep2 dan sexy. ๐Ÿ™‚ But, kenapa ya kok orang sini lebih suka pake dollar Amrik daripada riel, uang mereka. Amrik emang bener2 penjajah semuanya!

– dari pinggir sungai Tonle Sap, Phnom Penh. Di sini gerimis. Romantis banget-