Karena ODHA Tak Sekadar Angka

Di depanku, polisi berpakaian lengkap itu nyuntik heroin.

Tak ada ekspresi bersalah atau canggung sama sekali. Dia datang ke salah satu tempat para pengguna narkoba suntik (penasun) nongkrong. Siang itu beberapa penasun lainnya juga lagi pakaw, bahasa slang menyuntik heroin.

Continue reading “Karena ODHA Tak Sekadar Angka”

Tetaplah Menjadi Matahari Kami, Bani dan Satori

Hari ini mungkin mewakili perjalanan kami.

Pukul 8 pagi Bunda duluan keluar. Dia liputan tentang anak-anak autis di wantilan DPRD Bali. Aku giliran momong Satori, yang kini berumur enam bulan. Karena hari Minggu, maka Bani juga di rumah. Libur sekolah. Pengasuh keduanya tak masuk.

Continue reading “Tetaplah Menjadi Matahari Kami, Bani dan Satori”

Berbagi Kegalauan tentang Bali Sekarang

Hanya menulis tentang diskusi malam ini.

Ceritanya, aku diminta oleh Sukma Arida untuk jadi salah satu pembedah buku terbarunya, Pandora Bali, Refleksi di Balik Gemerlap Turisme. Selain aku, pembedah lain adalah Made Andi Arsana, Dosen Teknik Geodesi dan Geomatik Universitas Gajah Mada (UGM) yang sedang ambil program doktoral di Australia.

Continue reading “Berbagi Kegalauan tentang Bali Sekarang”