Akhirnya aku lulus ujian perpanjangan SIM C juga.
Agak deg-degan juga pada saat ujian Audio Visual Integrated System (AVIS) yang kedua kalinya di Markas Poltabes Denpasar tiga hari lalu. Khawatir tidak lulus lagi seperti ujian teori sebelumnya.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Akhirnya aku lulus ujian perpanjangan SIM C juga.
Agak deg-degan juga pada saat ujian Audio Visual Integrated System (AVIS) yang kedua kalinya di Markas Poltabes Denpasar tiga hari lalu. Khawatir tidak lulus lagi seperti ujian teori sebelumnya.
Tak ada lagi harapan tahun ini.
Dua lamaran beasiswa terakhir ke Belgia akhirnya memberikan hasil seleksinya. Aku tidak lolos keduanya. Padahal, keduanya menjadi harapan terakhir hingga saat ini. Sedih. Continue reading “Akhirnya Harus Pasrah (Sementara) karena Kalah”
Tak banyak yang berubah setelah sekitar 15 tahun berlalu.
Wajah-wajah yang aku kenal sejak awal 2000-an itu masih sama: Mbak Catur, Mbok Denik, Pak Suar, Ngurah Gembrong, dan semacamnya. Begitu pula isu yang mereka hadapi. Continue reading “Krisis SDM di Dunia LSM (Bali)”
Kabar baik kembali datang untuk BaleBengong.
Awal April lalu, tiba-tiba ada informasi dari Twitter Deutsche Welle bahwa media jurnalisme warga ini masuk sebagai kandidat gerakan online terbaik internasional (The BOBs).
Continue reading “Jadi, Sudahkah Anda Pilih BaleBengong Hari Ini?”
Tulisan di bagian belakang itu menusuk banget. Jleb!
Aku dan Bani melihatnya ketika Sabtu pekan lalu kami berboncengan naik motor dari rumah ke Renon. Kami membacanya di punggung pengendara lain.
Continue reading “Menikmati Hidup di Antara Terang dan Redup”
“Bapak cukup bayar Rp 225.000 dan terima SIM sudah jadi.”
Tawaran polisi petugas informasi pengurusan SIM di Poltabes Denpasar itu sekilas menggiurkan. Jika tidak mau repot, cukup bayar Rp 225 ribu. SIM pun beres.
Kabut pekat mengiringi perjalanan mendaki hingga Bedugul.
Daerah ini memang nyaris selalu berkabut dan dingin. Begitu pula sore itu ketika aku naik sepeda motor dari Singaraja melewati jalan berliku mendaki ke tempat ini.
Hingga ujung timur Bali pun, baliho itu terpasang.
Baliho dengan pesan sama kuatnya dengan ratusan atau mungkin bahkan ribuan lainnya di penjuru pulau ini, Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Batalkan Perpres No 51 tahun 2014.