Hingga ujung timur Bali pun, baliho itu terpasang.
Baliho dengan pesan sama kuatnya dengan ratusan atau mungkin bahkan ribuan lainnya di penjuru pulau ini, Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Batalkan Perpres No 51 tahun 2014.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Hingga ujung timur Bali pun, baliho itu terpasang.
Baliho dengan pesan sama kuatnya dengan ratusan atau mungkin bahkan ribuan lainnya di penjuru pulau ini, Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Batalkan Perpres No 51 tahun 2014.
Lama-lama gerah juga dengan fitnah dari para hantu ini.
Melalui media sosial, terutama Facebook dan Twitter, mereka terus menyebar tudingan terhadap para penolak reklamasi Teluk Benoa.
Continue reading “Membantah Fitnah para Pendukung Reklamasi”

Teror dan intimidasi terhadap penolak reklamasi Teluk Benoa kembali terjadi.
Sejak Rabu lalu, baliho-baliho tolak reklamasi Teluk Benoa dirusak. Menurut info dari teman wartawan — yang bahkan memotretnya — pelaku perusakan tersebut sebagian justru polisi berpakaian lengkap.
Spanduk-spanduk merah dengan tulisan hitam seragam mendadak bertebaran.
Mereka dipasang, entah oleh siapa, di beberapa ruas jalan di Denpasar dan Kuta. Di Denpasar, spanduk itu terutama di Jalan Imam Bonjol dan Jl By Pass Ngurah Rai dari Simpang Dewa Ruci ke arah Sanur.
Continue reading “Mewaspadai Penyesatan Informasi Pro Reklamasi”
Anak sekira lulusan SMA itu tiba-tiba mengejar kami.
Dengan agak terengah-engah dia bertanya, “Om, di mana bisa beli kaos itu?” Dia menunjuk kaos yang dipakai Zaki, ponakanku. Kaos Bali Tolak Reklamasi.
Continue reading “Tetap (Semoga) Melawan Sambil Bersenang-senang”