Hingga ujung timur Bali pun, baliho itu terpasang.
Baliho dengan pesan sama kuatnya dengan ratusan atau mungkin bahkan ribuan lainnya di penjuru pulau ini, Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Batalkan Perpres No 51 tahun 2014.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Hingga ujung timur Bali pun, baliho itu terpasang.
Baliho dengan pesan sama kuatnya dengan ratusan atau mungkin bahkan ribuan lainnya di penjuru pulau ini, Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Batalkan Perpres No 51 tahun 2014.
Kenalkan salah satu teman baik kami, Mahayanthi.
Hari ini kami menyambut Maha, begitu kami biasa memanggilnya, secara khusus sebagai penghargaan dan penghormatan untuknya. Dia telah menyelesaikan misi keliling Bali naik sepeda dan berkampanye tolak reklamasi.
Sebenarnya kami sudah beberapa kali ketemu dan ngobrol.
Tapi, baru dua hari lalu kami bisa ngobrol intens di Tanjung Benoa. Setelah menikmati makan siang sup ikan dan ikan panggang, kami ngobrol selama sekitar dua jam.

Teror dan intimidasi terhadap penolak reklamasi Teluk Benoa kembali terjadi.
Sejak Rabu lalu, baliho-baliho tolak reklamasi Teluk Benoa dirusak. Menurut info dari teman wartawan — yang bahkan memotretnya — pelaku perusakan tersebut sebagian justru polisi berpakaian lengkap.

Bulu kuduk langsung berdiri. Darah berdesir di tengkuk.
Melihat barisan perahu itu, aku merinding. Tubuh menggigil sebentar seperti gemetar.