Menyambut Mahayanthi Kebanggaan Kami

0 , , Permalink 0

Kenalkan salah satu teman baik kami, Mahayanthi.

Hari ini kami menyambut Maha, begitu kami biasa memanggilnya, secara khusus sebagai penghargaan dan penghormatan untuknya. Dia telah menyelesaikan misi keliling Bali naik sepeda dan berkampanye tolak reklamasi.

Sejak pukul 12an siang, aku, Bunda, Anggara, Yudha, dan Gung WS menunggu dia dan rombongannya di Perempatan Biaung, Denpasar Timur.

Sampai sekitar pukul 3 sore mereka baru tiba. Kami kemudian ikut dalam rombongan mereka sampai Padanggalak, Kesiman. Di sana mereka mengakhiri perjalanan dengan sembahyang bersama.

Sembahyang bersama itu menutupperjalanan Maha dan dan teman-temannya naik sepeda keliling Bali.

Selama empat hari, Maha dan teman-temannya mengabarkan dan menyebarkan semangat untuk gerakan Bali Tolak Reklamasi (BTR). Mereka juga singgah di 12 pura untuk memohon dukungan secara spiritual agar megaproyek di Teluk Benoa tersebut dibatalkan.

Karena itulah, bagiku, Maha layak mendapat tepuk tangan. Sebagai “warga biasa”, Maha turut bersuara dengan suaranya menolak rencana reklamasi tersebut.

Bersepeda keliling Bali pasti bukan hal mudah. Lha aku sendiri jangankan keliling Bali, naik sepeda keliling Denpasar atau Peguyangan saja belum pernah. Tapi, kali ini aku rela deh sampai pinjam sepeda tetangga demi menyambut Maha di Padanggalak, sekitar 5 km dari rumah kami.

Perjalanan kali ini bukan yang pertama bagi Maha. Dia malah sudah pernah bersepeda dari Bali sampai Jakarta untuk membawa pesan yang sama, menolak reklamasi. Dia juga sudah pernah bersepeda sampai Sumbawa.

Urusan bersepeda itu yang kadang-kadang membuatku geleng-geleng kepala sama Maha. Tahu-tahu dia sudah sampai Ubud. Tahu-tahu sudah sampai Karangasem. Ya hanya dengan naik sepedanya itu.

Jadi ya kami tak heran juga kalau sekarang dia keliling Bali sambil membawa misi khusus kampanye Bali Tolak Reklamasi.

Padahal, Maha ini sehari-hari biasa saja. Bukan aktivis atau orang yang suka ikut-ikutan demo.

Tapi ya dia memang suka jalan-jalan. Berpetualang. Itu pula yang sering kami lakukan bersama. Ke Munduk, Lovina, Tulamben, dan terakhir ke Amed pekan lalu.

Cuma kalau sama aku dan keluarga sih tak pernah bawa sepeda. Mana kuatlah kami? Hehehe..

 

No related content found.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *