Bukan. Ini bukan gajah binatang besar itu. Bukan pula judul album barunya Tulus.
Ini hanya perumpamaan. Gajah itu mewakili media-media besar di Bali seperti Bali Post, Radar Bali, NusaBali, dan seterusnya. Adapun semut untuk media-media komunitas.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Bukan. Ini bukan gajah binatang besar itu. Bukan pula judul album barunya Tulus.
Ini hanya perumpamaan. Gajah itu mewakili media-media besar di Bali seperti Bali Post, Radar Bali, NusaBali, dan seterusnya. Adapun semut untuk media-media komunitas.
Miris melihat campur aduk antara fakta dan fitnah bertebaran saat ini.
Semua bertebaran di dunia maya. Di Twitter, di Facebook, di website, atau bahkan layanan pesan pendek seperti WhatsApp dan BlackBerry Messenger (BBM), fitnah itu berseliweran.

Nama Parigi Moutong sudah tidak terlalu asing di telinga.
Kabupaten di Sulawesi Tengah ini sudah sering saya dengar sejak tinggal di Bali. Dia jadi pilihan favorit para transmigran Bali di Sulawesi.

Ada yang aneh dengan petugas di pengurusan SIM keliling hari ini.
Si bapak petugas yang berjaga di bagian pendaftaran sekaligus pembayaran itu tiba-tiba mengembalikan uang Rp 50 ribu kepada saya.

Terserahlah. Aku tidak akan pernah bosan menulis tentang ini.
Negara kita kaya raya. Kaya banget. Sayangnya kekayaan itu justru tak diurus dengan baik. Tidak diolah. Atau malah dilupakan. Continue reading “Jalan Berliku Hasil Pertanian Lokal”

Jalan setapak itu menukik tajam. Di kanan kirinya, jurang menganga.
Kedalaman jurang itu sekitar 30 meter. Bisa jadi lebih. Aku hanya mengira-ngira melihat kedalamannya. Mereka seolah siap memakan siapa saja yang masuk ke dalamnya. Aku salah satunya.
Ini cerita agak basi tapi masih perlu dituliskan lagi.
Tentang upaya Indonesia untuk membangun pemerintah yang lebih terbuka (open government). Begitu pula dalam diskusi Konferensi Open Government Partnership (OGP) di Bali selama empat hari ini. Continue reading “Mengapresiasi Upaya Menuju Pemerintahan Terbuka”
Obrolan kemarin menjadi semacam kode yang berulang.
Pagi, obrolannya bersama Alfons, teman dari Belanda yang sekarang tinggal di Filipina. Dia datang mampir ke kantorku, tempat dia pernah bekerja juga. Continue reading “Angan-angan Kembali ke Kampung Halaman”