HIV/AIDS mortality rate steadily increasing, 72 dead this year

Anton Muhajir, Contributor,  The Jakarta Post, Denpasar | Mon, 11/24/2008 12:26 PM | Bali

The number of deaths caused by HIV/AIDS in Bali has been steadily increasing year on year, with 72 people recorded as having died of the disease already this year.

Data from Sanglah Central Hospital’s VCT (Voluntary Counseling and Testing) clinic shows that the number of deaths by October was more than twice the number recorded in 2004.

Continue reading “HIV/AIDS mortality rate steadily increasing, 72 dead this year”

BBC, The Most Promising Blogger Community 08

Sebuah pesan singkat masuk ke ponselku Sabtu sore lalu. Iqbal Prakasa, Panitia Pesta Blogger 2008 memberi kabar kalauBali Blogger Community (BBC) masuk salah satu komunitas blogger yang mendapat penghargaan di PB 08. Aku tidak terlalu mengerti soal apa. Tak lama kemudian, Fenny, teman di BBC yang hadir di PB di Jakarta sana juga SMS dengan isi tak jauh beda.

Lalu aku berburu informasi malamnya. Dari Iqbal, Fenny, milis, juga beberapa website inilah yang aku dapat. BBC mendapat penghargaan sebagai The Most Promising Blogger Community 2008. Kata Panitia PB sih karena komunitas ini, meski baru setahun berdiri tapi sudah banyak melakukan kegiatan untuk masyarakat.

Continue reading “BBC, The Most Promising Blogger Community 08”

Perempuan-perempuan Itu Hanyalah Korban

Perlu waktu sekitar 2,5 jam untuk sampai desa itu. Dari jalan raya Karangasem-Singaraja, kami masih masuk sekitar 4 kilometer dari jalan raya itu. Dari aspal, ganti jalan berdebu. Naik turun jalan berbatu. Di sepanjang jalan, sisa-sisa letusan Gunung Agung yang membatu memenuhi bekas sungai yang kini kering. Desa di kaki gunung tertinggi di Bali itu memang kering. Udaranya panas.

Maka, bagi sebagian besar warga, pilihannya adalah keluar desa. Mereka mekuli, meburuh, dan meninggalkan desanya untuk ke kota. Ada yang jadi sopir, buruh bangunan, pembantu rumah tangga, dan pekerjaan lain yang secara sosial ekonomi masuk kelas rendah. Laki-laki yang paling banyak pergi. Meninggalkan anak dan istri di kampung.

Continue reading “Perempuan-perempuan Itu Hanyalah Korban”

Mereka Pembunuh, Bukan Mujahid!

Tulisan ini aku buat ketika baru usai chatting sama Erwin, teman yang bekerja sebagai kameraman untuk salah satu TV Australia. Erwin sedang meliput di Tenggulun, Lamongan terkait rencana eksekusi Amrozi CS.

Desa berjarak sekitar 15 km dari rumahku di Lamongan itu tempat lahir tiga bersaudara terpidana kasus bom Bali 2002: Amrozi, Ali Ghufron, dan Ali Imron. Amrozi dan Ali Ghufron bersama terpidana lain, Imam Samudra, dipidana mati. Ketiganya akan segera dieksekusi. Maka, para wartawan pun berburu berita ke desa nan gersang itu. Erwin satu di antaranya.

Continue reading “Mereka Pembunuh, Bukan Mujahid!”

Kuta Karnival Blogging Contest

Bali Blogger Community (BBC) proudly present

Kuta Karnival Blogging Contest

Nikmati keragaman Kuta Karnival pada 19-26 Oktober 2008 di Kuta. Lalu ceritakan semua di blog Anda. Dan, daftarkan di lomba blog bertema Kuta Karnival dan Pariwisata Bali ini.

– Pendaftaran : 16 Oktober – 30 Oktober 2008
– Batas akhir tulisan : 30 Oktober 2008

Continue reading “Kuta Karnival Blogging Contest”

Perjalanan Panjang ke Kampung Halaman

Baiklah. Mari kita mulai lagi menulis semua cerita. Meski bawaan liburan masih saja terasa, jadi ada alasan untuk males nulis, menulis toh tetep harus dilakukan. Kalau tidak, semuanya akan menguap begitu saja.

Sebagai awalan, aku nulis soal mudik pas Lebaran kemarin saja. Pertama soal perjalanan saja dulu. Besok-besok lanjut soal kampung halaman, potensi ekonomi, petani garam, dan tradisi Kupatan.

Continue reading “Perjalanan Panjang ke Kampung Halaman”

Muslim village, Balinese culture

Anton Muhajir, Contributor, Buleleng | Thu, 09/25/2008 1:07 PM | Surfing Bali

Night descended slowly on Pegayaman, a village nestled in a hilly region in the southern part of Buleleng. The quiet ambience was gradually filled with the noise of people getting ready to break their fast.

Groups of children walked along the village’s dusty main road. In their hands were plastic bags filled with cakes and fruits. They chatted animatedly as they delivered the plastic bags to the homes of their relatives and neighbors.

Continue reading “Muslim village, Balinese culture”

Nikmat Berbuka Bersama Nengah Panji Islam

Suara lonceng dipukul itu menandakan waktu berbuka telah tiba. Agak telat, sih. Jam di telepon genggamku sudah 18.22 Wita. Padahal waktu berbuka di Buleleng, setahuku 18.19 Wita.

Lalu minuman penutup puasa segera tiba. Lima gelas es untuk kami berlima. Aku, Bani, Bunda, Joker, dan Ervi. Di antara kami berlima, hanya aku yang puasa. Tapi, tanpa wajah berdosa, empat lainnya menghabiskan minuman segar itu juga. Hehe..

Continue reading “Nikmat Berbuka Bersama Nengah Panji Islam”

Aneka Rupa Judi di Bali

“Waah, angka yang keluar pasti sapi nih,” kata satu ibu tetanggaku Jumat lalu. Celetukan itu keluar ketika kami mengerubungi sapi yang masuk sumur di gang kami. Kami tertawa mendengarnya.

Celetukan itu mengingatkanku lagi soal ideku untuk menulis soal banyaknya judi di Bali. Soale ini memang agak mengusik pikiran. Setahuku, judi di Bali memang buanyak sekali. Inilah jenis-jenis judi yang aku tau di Bali.

Continue reading “Aneka Rupa Judi di Bali”

Mendaftarlah, Mumpung Masih Ada Waktu..

Tak terasa, pendaftaran lomba blog remaja akan segera ditutup. Jadi, silakan segera daftarkan diri sebelum 12 September ini kalau Anda belum mendaftar. Masih ada waktu sekitar satu minggu untuk membuat artikel yang ciamik dan nyambung dengan dunia remaja.

Temanya gampang dibahas, kok. Soal kesehatan reproduksi dan dan seksualitas remaja, Narkoba, HIV dan AIDS, lingkungan, maupun kemanusiaan. Buat tulisannya jangan serius-serius. Yang santai saja. Biar nanti enak bacanya. Kalau asik dan dapat juara pertama, lumayan bisa dapat duit Rp 1,5 juta. Atau Rp 500 ribu untuk juara ketiga.

Continue reading “Mendaftarlah, Mumpung Masih Ada Waktu..”