Ketika Denpasar Serasa Amsterdam

Senin pagi ini aku pikir sudah tidak ada masalah akibat hujan yang mengguyur Denpasar empat hari terakhir. Sebab, di Jalan Subak Dalem, di mana aku tinggal sudah tidak ada lagi banjir. Air sungai kecil di dekat rumah memang masih tinggi dan deras arusnya, padahal biasanya kecil dan relatif tenang, namun tidak sampai masuk ke gang.

Maka, pagi ini aku berangkat ke kantor dengan perasaan santai saja. Maksudnya tidak berpikir bahwa harus mempersiapkan mental untuk menghadapi banjir. Eh, ternyata salah. Banjir masih terjadi di beberapa titik di Denpasar.

Continue reading “Ketika Denpasar Serasa Amsterdam”

Tetap Bekerja dengan Merdeka

Seperti biasa, Kamis sampai Minggu adalah waktu untuk bekerja dari rumah. Kalau bukan karena ada liputan keluar kota, empat hari ini aku lebih banyak bekerja dari rumah. Menulis sambil momong Bani.

Ini sesuatu yang menyenangkan. Dan terus menerus aku syukuri. Di antara padat pekerjaan, aku bisa menemani Bani. Main, belajar, bobo, bercanda, dan melakukan banyak hal bersama Bani di rumah atau sesekali keluar rumah. Tapi kadang juga sekaligus jadi bapak, tidak hanya sebagai teman. Mandiin, nyuapin, cebokin, dan seterusnya.

Continue reading “Tetap Bekerja dengan Merdeka”

Perjalanan Menyenangkan ke Nusa Lembongan

Sampai hampir pukul 7.30 Wita, mobil pick up yang kami pesan tak juga datang menjemput ke rumah. Padahal semalam sebelumnya kami sudah bilang ke pemilik pick up, tetangga kami di jalan Subak Dalem di pinggiran Denpasar Utara, untuk datang menjemput pukul 7 pagi.

Kami harus berangkat awal karena harus mengambil papan petunjuk jalan yang akan dibawa ke Nusa Lembongan juga jemput bapak ibu yang akan ikut ke sana untuk sembahyang sekalian jalan-jalan. Apalagi Bunda juga harus beli tiket untuk teman-teman yang akan ikut ke pulau seberang tersebut. Jadi harus berangkat lebih awal.

Continue reading “Perjalanan Menyenangkan ke Nusa Lembongan”

Bani Petani Kecil Kami

bani-petani

Hari Minggu pun tiba. Inilah hari ketika Bani akan ikut liburan ke sawah. Bani mau ikut Fun Sunday, liburan sambil belajar ala Yayasan Wisnu. Sejak sekitar pukul 7 kami sudah siap-siap. Sayangnya aku sendiri tidak yakin jam berapa acara akan mulai, pukul 8 apa pukul 9. Tapi kami putuskan berangkat pukul 8.30 saja.

Continue reading “Bani Petani Kecil Kami”

Pemulung Silakan Masuk

Pemulung itu berjalan tak jauh dariku. Dia menyusuri jalan Morotai Sanglah Denpasar ketika aku sedang mengetuk pintu gerbang rumah Nyoman Sutawan Kamis kemarin. Aku mau wawancara guru besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Bali yang juga ahli subak tersebut.

Tadi, di ujung utara ketika masuk jalan kecil ini aku lihat ada papan bertuliskan, “Pemulung Dilarang Masuk.” Peringatan ini sangat mudah ditemukan di berbagai tempat di Denpasar. Biasanya di gang kecil atau kompleks perumahan agak elit. Begitu pula di jalan di mana aku bertemu dengan pemulung tersebut.

Continue reading “Pemulung Silakan Masuk”

Laporan Penjurian Lomba Blog Kisara

Palu sudah diketokkan. Keputusan sudah diambil. Inilah para pemenang lomba blog Kisara Bali dalam rangka Hari Remaja dan Hari AIDS Sedunia tersebut.

Juara I : www.ferror.bloggaul.com
Juara II : www.balivetman.wordpress.com
Juara III : www.astriani.wordpress.com

Juara Favorit: www.helld4.wordpress.com

Ini keputusan tidak mudah. Tiga juri dan panitia harus sering-sering berkomunikasi untuk menilai masing-masing peserta. Dengan peserta 152 orang, di mana satu peserta bisa mengirim blog sebanyak-banyaknya, maka kami harus menilai sekitar 177 alamat blog dengan lebih dari 400an posting yang diikut sertakan dalam lomba.

Continue reading “Laporan Penjurian Lomba Blog Kisara”

Bani Sang Juru Kunci

Jaket sudah kupakai. Tas sudah di punggung. Aku siap berangkat kerja pagi ini. Tapi pas aku cari-cari kunci motor ternyata tidak ada. Padahal aku ingat terakhir kali kunci itu ada di dapur, di tempat biasa.

Aku lalu mencarinya di semua tempat yang mungkin ada. Meja makan yang merangkap meja kerja di ruang depan. Dinding tempat biasa menggantung kunci. Bupet kecil di kamar utama. Meja kecil di kamar itu juga. Lemari. Saku celana. Saku jaket. Tapi nihil. Kunci itu tidak ada di sana.

Continue reading “Bani Sang Juru Kunci”

Nezar-Jajang Pimpin AJI 2008-2011

Sabtu, 29 Nopember 2008 | 23:04 WIB

SURABAYA | SURYA Online – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia memilih ketua dan sekretaris jenderal baru secara aklamasi lewat kongres di Hotel Sanur Beach, Denpasar, Bali, Sabtu (29/11) petang.
Ketuanya Nezar Patria, editor situs berita VivaNews.com milik PT Visi Media Asia, satu dari banyak anak perusahaan kelompok bisnis keluarga Aburizal Bakrie. Sedangkan sekretaris jenderalnya Jajang Jamaludin, editor Koran Tempo.

Continue reading “Nezar-Jajang Pimpin AJI 2008-2011”