Bani Pipis Dini Hari

Bunda Ayah Bani

00.30 pagi, –apa malam ya.. Aku sedang ngetik transkip wawancara. Suara tangis Bani terdengar seperti biasa kalau sudah jam segini. Aku tanggalkan headphone, tinggalkan komputer, masuk kamar. Bani bangun. Dia menangis kecil minta susu. Jam biologisnya bekerja seperti biasa.

Aku balik ke dapur dari kamar tidur untuk menyiapkan susu. Terdengar suara pintu kamar tidur terbuka. Aku lihat. Bani berjalan agak terhuyung karena ngantuk. Dia mendorong pintu kamar mandi. Berdiri menghadap ke dalam kamar mandi itu, membuka celana, lalu kencing.

Continue reading “Bani Pipis Dini Hari”

Nikmat Menanti di Made Weti

“Dua nasi campur, Bu,” kata saya pada ibu yang melayani pembeli di warung Made Weti Sanut, Minggu (22/2) lalu.

“Ya, Pak. Tunggu ya,” kata ibu itu sambil sibuk melayani pembeli lain. Dia menyendok nasi, memasukkan berbagai macam lauk, lalu memberikannya pada perempuan lain yang berdiri membantunya mengantarkan nasi itu pada pembeli.

Continue reading “Nikmat Menanti di Made Weti”

6,5? Hmm, Sepertinya Sih Dapet..

Soto sapi, menu sarapan pagi itu, tak bisa kuhabiskan. Bahkan separuh pun rasanya tidak. Ada perasaan agak gagap dalam hatiku. Jadi makan pun tidak enak. Menjelang ujian IELTS alias International English Language Testing System bawaanku memang gorgi banget. Gugup. Mungkin karena ada perasaan takut juga bahwa aku akan kesusahan menghadapi soal-soal ujian.

IELTS adalah ujian untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan bahasa Inggris seseorang. Aku mengikuti ujian ini dalam rangka berburu beasiswa. Dalam banyak peluang mencari beasiswa, aku selalu saja mentok di sini. Sebab aku memang belum pernah ikut sebelumnya. Jadi tidak ada nilai yang bisa aku pakai untuk nglamar.

Continue reading “6,5? Hmm, Sepertinya Sih Dapet..”

Beratnya Menguliti Teman Sendiri

Untunglah ada sesi hari ini, Minggu (15/2), tentang etika jurnalistik dan aspek hukum dalam pemberitaan. Dua sesi ini amat menarik. Jadi bisa menutupi kekecewaan atas sesi sehari sebelumnya yang tidak terlalu “tepat sasaran”. Dua sesi hari ini sekaligus mengakhiri tiga hari pelatihan liputan investigasi tentang independensi dan profesionalisme media di Hotel Santika Jakarta yang aku ikuti.

Sesi kode etik jadi menarik karena disampaikan Nezar Patria dengan agak beda. Tidak melulu kode etik jurnalistik, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia ini juga memberikan perspektif agak filosofis tentang etika jurnalistik. Maklum, Nezar yang pernah jadi korban penculikan semasa jadi aktivis ini juga alumni Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM). Jadi ya sesi ini sekaligus waktunya dia untuk berbagi ilmu. Hehe..

Continue reading “Beratnya Menguliti Teman Sendiri”

Pursue It With My Eager Feet

Ya, ya, ya. Baiklah. Ini waktunya kembali memperbarui blog setelah sekian lama aku kacangin tanpa tulisan asik. Masak hampir dua minggu isinya cuma kliping. Keliatan banget malesnya.

Baiklah. Sekadar menyimpan saja dua hal besar dua minggu terakhir.

Pertama soal sakit mata. Mulainya persis Kamis dua minggu lalu. Jadi sampai hari ini sudah dua minggu. Tapi mataku tak pulih juga. Awalnya dari Bani, yang ketularan anak tetangga, lalu menular ke aku. Awalnya hanya mata kiri. Sekitar seminggu lamanya baru mata kiri ini benar-benar sembuh. Eh, abis itu lalu ganti mata kanan.

Continue reading “Pursue It With My Eager Feet”

Jongkokin Busby SEO Contest

Untung juga aku main ke kantor Bali Orange abis Jumatan tadi. Awalnya cuma mau bayar domain blog yang sudah masuk tenggat, eh, ternyata malah ada hal lain yang baru aku tau: bayar hutang juga sama Brokencode. Hehe..

Pembayaran utang ini sekaligus pertanggungjawaban soal iklan di blogku.

Sekitar sebulan sebelumnya, Brokencode tiba-tiba minta tolong aku untuk pasang link blog timnya yang ikut kompetisi Busby SEO Contest di blogku. Blogroll di blogku selama ini hanya pasang beberapa link menarik, tanpa link blogger lain sama sekali. Ini sengaja karena link-link blogger Bali itu sudah aku pasang di Bale Bengong. Jadi blogrollku kubiarkan tanpa link blog teman.

Continue reading “Jongkokin Busby SEO Contest”

Tiga Tahun Perjalanan yang Menyenangkan

Liputan mendadak sampai pukul 7 malam dan hujan deras ketika pulang membuat rencanaku batal. Maunya sih aku beli bunga untuk Bunda dan Bani. Lama juga tidak melakukannya. Kalo tak salah terakhir kali pas Bunda ulang tahun November lalu. Tapi ya itu tadi. Karena tiba-tiba ada acara pas pulang kerja dna hujan deras setelah itu, jadi batal deh rencananya.

That’s fine. Bani welcomed me when i just opened the door as arrived at home. He said, “Otong ue, Yah. Otong ue..”

Continue reading “Tiga Tahun Perjalanan yang Menyenangkan”