BBC, The Most Promising Blogger Community 08

Sebuah pesan singkat masuk ke ponselku Sabtu sore lalu. Iqbal Prakasa, Panitia Pesta Blogger 2008 memberi kabar kalauBali Blogger Community (BBC) masuk salah satu komunitas blogger yang mendapat penghargaan di PB 08. Aku tidak terlalu mengerti soal apa. Tak lama kemudian, Fenny, teman di BBC yang hadir di PB di Jakarta sana juga SMS dengan isi tak jauh beda.

Lalu aku berburu informasi malamnya. Dari Iqbal, Fenny, milis, juga beberapa website inilah yang aku dapat. BBC mendapat penghargaan sebagai The Most Promising Blogger Community 2008. Kata Panitia PB sih karena komunitas ini, meski baru setahun berdiri tapi sudah banyak melakukan kegiatan untuk masyarakat.

Continue reading “BBC, The Most Promising Blogger Community 08”

Halo, Pinjem Postingan ya..

Halo,sebelumnya saya mita maaf ya karena mau meminjam postingan kakak karena saya mau pakai register di google adsense.

Karena saya tidak bisa nulis artikel pake bahasa inggris…. 

Makasih ya…..

Bingung juga aku pas baca komentar itu di tulisanku soal anak-anak tukang suun. Tulisan itu dalam Bahasa Inggris. Makanya dipinjem buat cari Google Adsense.

Ya aneh juga sih. Mau diterima, aku nih sejak awal agak alergi sama Google Adsense. Tapi kalau ditolak, sejak awal aku penganut Copyleft. Jadi ya serba salah juga..

Tentang Kegalauan Seorang Teman

Dua minggu lalu, seorang teman berkata sambil menahan kecewa. “Gimana sih perasaanmu ketika ada orang mengeluh padamu dan kamu tidak bisa membantunya?” Teman yang suka cengengesan itu kali ini berkata lalu menahan nafas. Aku lihat wajahnya seperti tertekan oleh pertanyaannya sendiri.

Teman itu, seorang perempuan, bercerita tentang teman-temannya yang meninggal satu per satu karena infeksi oportunistik, sakit akibat AIDS. Dia ingin mengajak teman-temannya, yang juga kukenal, agar berobat ke rumah sakit. Tapi sebagian besar tidak bisa berobat karena tidak punya cukup biaya. Kalau sudah soal biaya, teman itu tidak bisa membantu lagi. Maka dia tak bisa berbuat banyak.

Continue reading “Tentang Kegalauan Seorang Teman”

Menggunakan Media sebagai Alat Advokasi

Diskusi tentang media adalah alasanku untuk mengiyakan ajakan Wahyu pergi ke Surabaya. Teman di Ikatan Korban Napza (IKON) Bali, kelompok mantan atapun pengguna narkoba dengan jarum suntik yang masih aktif, itu bilang kalau teman ngobrol di Surabaya tersebut bagus untuk tempat belajar soal media dan advokasi. Maka, aku mengiyakan ajakan itu.

Selasa malam kemarin, kami pun tiba di Surabaya. Sinyo, teman sesama ex junkie di kota ini menjemput kami dengan BMW tuanya. Oh ya, acara di Surabaya ini memang untuk para pengguna ataupun mantan pengguna. Ada IKON Bali, East Java Action (EJA), dan Performa Semarang. Kami menginap di penginapan sederhana di daerah jalan Darmokali, tak jauh dari Kebun Binatang.

Continue reading “Menggunakan Media sebagai Alat Advokasi”

Emak, Generasi Terakhir Penjual Garam

Asin garam adalah air susu dalam bentuk yang lain bagiku. Oleh asin garam aku dibesarkan, disekolahkan, dikuliahkan, diajarkan tentang bagaimana hidup. Bukan hanya untukku, asin garam itu pula sumber penghidupan bagi tujuh saudaraku. Bahkan sejak belum lahir, kami semua sudah akrab oleh asinnya.

Emak kami yang mengalirkan asin itu ke keseharian kami. Dia pembuat garam olahan. Dari butir-butir kristal kecoklatan bercampur tanah hasil bertani di tambak, garam itu dilarutkan di atas persegi empat dari seng sebagai tempat mengolah. Malam-malam kami selalu diisi dengan gemertak kayu bakar untuk mendidihkan garam tersebut.

Continue reading “Emak, Generasi Terakhir Penjual Garam”

Perjalanan Panjang ke Kampung Halaman

Baiklah. Mari kita mulai lagi menulis semua cerita. Meski bawaan liburan masih saja terasa, jadi ada alasan untuk males nulis, menulis toh tetep harus dilakukan. Kalau tidak, semuanya akan menguap begitu saja.

Sebagai awalan, aku nulis soal mudik pas Lebaran kemarin saja. Pertama soal perjalanan saja dulu. Besok-besok lanjut soal kampung halaman, potensi ekonomi, petani garam, dan tradisi Kupatan.

Continue reading “Perjalanan Panjang ke Kampung Halaman”

Blog Sweet Blog

Setelah seminggu menikmati candu bernama keluarga besar di Lamongan, Kamis kemarin kami tiba kembali di rumah kecil kami di Subak Dalem, Denpasar. Bukannya istirahat, pas nyampe rumah kami langsung ngebut bersih-bersih rumah. Nyapu, nyuci baju, dan seterusnya.

Lalu seharian tadi kami ke Pekarangan, Karangasem. Ada ngaben dadong di kampung. Karena besok pagi Bunda ada kerjaan di Denpasar, maka sorenya kami langsung balik ke Denpasar.

Continue reading “Blog Sweet Blog”

Mari Berbagi di Hari nan Fitri

Pesta udah usai. Capek juga hari ini. Barusan keluarga besar rame-rame datang untuk merayakan Idul Fitri di rumah. Padahal mereka juga sedangg sibuk mempersiapkan ngaben dadong di Karangasem 10 Oktober nanti. Tapi ternyata sore ini semua pada bela-belain ke rumah kami.

Maka, rumah kecil kami pun riuh oleh ketawa-ketiwi. Tentu saja sambil menikmati camilan dan makanan khas Lebaran. Ada kue ringan dari Pasar Badung seperti krupuk dan astor. Tak lupa menu khas Lebaran: opor, eh, kare ayam dan rawon.

Continue reading “Mari Berbagi di Hari nan Fitri”

Tongkol Panggang Pantai Serangan

Lama tidak nulis soal makanan, maka ketika kemarin petang aku makan di Serangan, sepertinya itu bisa jadi tulisan menarik.

Makanan ini langsung membuatku ngiler karena menunya ikan laut. Lokasinya persis di pinggi pantai Serangan di bagian selatan, daerah yang biasa dipakai surfing. Ada ikan tongkol, barongan, dan beberapa jenis lagi yang aku tak tahu namanya. Semua ikan itu disajikan setelah dipanggang. Sori, tidak ada pilihan olahan lain.

Continue reading “Tongkol Panggang Pantai Serangan”