Happy Birthday, Our Beloved Bani

Tak ada kue ulang tahun yang mewah malam ini. Karena krisis keuangan internasional yang sedang terjadi di negara adi daya Amrik sana juga ternyata berimbas ke ekonomi mikro keluarga kami. Hehehe..

Kami membatalkan beberapa rencana. Pertama, niat untuk beli hutan hitam alias black forest di Tante Ninok tidak jadi. Maaf, ya, Tante. Kapan-kapan deh Bani beli kue ultah di Tante sekalian kapling hutan hitam di sana. Lumayan kan untuk mencegah dampak climate change pada keluarga. Hwahahaha..

Continue reading “Happy Birthday, Our Beloved Bani”

Lalu, Dia Terlelap Bersamaku

Hampir pukul 1 pagi. Aku sedang nglembur untuk beberapa kerjaan yang lewat deadline. Asik di depan komputer.

Bani nangis, bangun di sela tidurnya. Jam biologisnya bekerja seperti biasa, minta susu. Kalau tengah malam begini, apalagi Bunda sudah terlelap, giliranku bikin susu.

Continue reading “Lalu, Dia Terlelap Bersamaku”

Nikmat Berbuka Bersama Nengah Panji Islam

Suara lonceng dipukul itu menandakan waktu berbuka telah tiba. Agak telat, sih. Jam di telepon genggamku sudah 18.22 Wita. Padahal waktu berbuka di Buleleng, setahuku 18.19 Wita.

Lalu minuman penutup puasa segera tiba. Lima gelas es untuk kami berlima. Aku, Bani, Bunda, Joker, dan Ervi. Di antara kami berlima, hanya aku yang puasa. Tapi, tanpa wajah berdosa, empat lainnya menghabiskan minuman segar itu juga. Hehe..

Continue reading “Nikmat Berbuka Bersama Nengah Panji Islam”

Trik Licik Melawan Senior

Senin kemarin aku lihat mahasiswi berkuncir sedang naik motor. Melihat kuncirnya yang diikat pita oranye menyala dengan tulisan besar di tasnya, aku langsung menduga kalau mahasiswi itu lagi ikut Ospek.

Lalu aku cek tanggal. Ah, benar. Agustus – September memang musim pengenalan untuk mahasiswa baru. Ini waktunya para senior bloon sok jago ngerjain mahasiswa baru. Makanya, sebagian besar Ospek biasanya aneh-aneh. Dari yang pakai tas karung goni, sepatu beda warna, gundul, dan tetek bengek gak jelas lainnya. Biasanya sih alasannya untuk menguji emosi mahasiswa baru dan seterursnya.

But, i say, “Go to hell with your stupid reason!!”

Continue reading “Trik Licik Melawan Senior”

Susahnya Mengubah Humanis jadi Bisnis

supcet

Untuk pertama kalinya Jumat (29/08) kemarin aku ikut ngobrol sambil nyeruput sup alias Soup Chat. Acaranya asik banget. Informal. Tapi isinya sangat serius, soal creative economy. Sayangnya tidak ada waktu khusus untuk saling mengenal. Jadi aku tidak bisa kenal satu per satu, kecuali dengan rombongan belogger Bali Blogger Community (BBC).

But, sebelum itu, aku tulis dulu soal Sup Chat. Obrolan santai kemarin sudah obrolan keduapuluh dari komunitas ini. Aku baca dari profil di situsnya, komunitas diskusi ini berawal dari kegelisahan kurangnya media untuk ngobrol di Denpasar. Aku kopas aja deh sebagian isinya.
Continue reading “Susahnya Mengubah Humanis jadi Bisnis”

Bertemu Jenderal di RSJ Bangli

BBC Goes to RSJ

Agak gerimis ketika kami sampai di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli Minggu kemarin. Sekitar pukul 11 pagi. Tapi hari terlihat gelap karena mendung dan gerimis. Aku agak pesimis dengan kegiatan hari itu gara-gara gerimis itu. Biasalah, bawaannya kepikiran. Takut saja sudah capek-capek ngurus persiapan, eh, acaranya jadi berantakan.

Persis pas Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke-63, Bali Blogger Community (BBC) bikin bakti sosial BBC Goes to RSJ. Acara Pitulasan ala BBC ini untuk mengenal RSJ lebih dekat juga berbagi dengan pasien RSJ. Kami ingin ada lomba pula dengan pasien di rumah sakit ini.

Continue reading “Bertemu Jenderal di RSJ Bangli”

Inilah Perayaan Kemerdekaan ala Kami

Sugianti

Bu Sugianti memberi energi baru siang itu. Perempuan pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli itu tiba-tiba naik ke tempat band Animo menyanyi. Dia meminta mikrofon lalu mengganti Amy Rosady, vokalis band beraliran pop tersebut.  Dengan yakinnya, ibu yang berambut pendek mirip laki-laki itu menyanyi.

Aku tidak tahu lagunya. Sepertinya sekitar 80 anggota Bali Blogger Community (BBC) juga tidak tahu. Tapi semuanya tertawa melihat Bu Sugianti menyanyi. Siang itu jadi agak riuh. Sambil duduk lesehan di lapangan rumput, temen-temen BBC tertawa tergelak.

Continue reading “Inilah Perayaan Kemerdekaan ala Kami”

Menang Kalah Tidak Masalah

Yap, akhirnya aku pun milih hari ini. Pilihanku pasangan Gede Winasa – Alit Putra. Ini sebagai bagian dari keterbukaan. Kenapa juga harus malu-malu dengan pilihan kita. Toh, tiap pilihan selalu ada risikonya. Begitu juga dengan Pilgub Bali kali ini.

Pilihanku sebenarnya antara Winasa dan Pastika. Sebab kalau CBS sudah jelas tidak jelas programnya. Dalam beberapa kali debat, aku tidak pernah nemu hal menarik dari apa yang disampaikan CBS – Suweta.

Continue reading “Menang Kalah Tidak Masalah”