Masak optimisme saja kita tak punya sih?
Karena itulah aku memilih optimis. Aku memilih yakin bahwa negeri ini akan lebih baik jika serius menerapkan keterbukaan. Meskipun, perjalanan menuju keterbukaan itu masih panjang.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Masak optimisme saja kita tak punya sih?
Karena itulah aku memilih optimis. Aku memilih yakin bahwa negeri ini akan lebih baik jika serius menerapkan keterbukaan. Meskipun, perjalanan menuju keterbukaan itu masih panjang.
Secarik kertas itu memaksa Kuncoro masuk penjara.
Petani di Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu ditangkap pada 16 Januari 2010 lalu. Dia dituduh memalsukan merek benih jagung.
Pagi itu, 15 anggota polisi menangkapnya. Mereka membawa surat perintah dari Polres Kediri untuk menahan Kuncoro. Setelah itu, petani pengembang benih itu pun harus tinggal di penjara selama tujuh bulan.
Continue reading “Merebut Kedaulatan Petani atas Benih Sendiri”
Pertempuran dengan Internet sebagai medannya terus berlanjut.
Tarik menarik kepentingan itu masih sangat terasa selama lima hari pertemuan Internet Governance Forum (IGF) 2013 di Nusa Dua, Bali pekan lalu. Seperti biasa, para pihak tersebut adalah negara, kelompok bisnis, dan masyarakat sipil.

Ada dua kegiatan penting terkait BaleBengong minggu ini.
Pertama pada Senin lalu. Kami menerima 17 orang peserta pertemuan Internet Governance Forum (IGF) dari Belanda. Kami atas nama BaleBengong bersama Bali Blogger Community (BBC) dan Sloka Institute menerima kunjungan tersebut sekalian berbagi pengalaman dan pandangan tentang perkembangan teknologi informasi di Bali.
Continue reading “Menerima Kunjungan dan Berbagi Pengalaman”

Ini pengalaman pertama. Ternyata asyik. Pake banget.
Selama empat hari, kami belajar cara membuat video secara partisipatif. Peserta pelatihannya aktivis LSM dan petani mitra VECO Indonesia di Flores Timur, Sikka, dan Ende. Pelatihnya teman-teman dari WatchdoC, Jakarta.
Habis makan sate kambing di Jalan Kaliasem Denpasar pagi ini, aku dan Satori jalan-jalan di sekitar warung.
Salah satu yang menarik adalah masih adanya telepon umum di jalan ini. Bisa jadi karena di jalan ini juga ada kantor Telkom. Tapi, meskipun berada di dekat kantor Telkom, nyatanya telepon umum itu tak terurus.
Oktober ini sepertinya jadi bulan baik bagiku.
Minggu lalu, untuk pertama kalinya dua tulisanku dimuat koran Jakarta Globe. Tulisan tersebut, pertama tentang perusahaan perhiasaan di Bali UC Silver, dan kedua tentang paragliding. Keduanya dimuat pada edisi yang sama, 5 Oktober 2013.
Lalu, kemarin ada kejutan lain. Dua tulisanku yang lain juga dimuat di majalah Forbes Indonesia edisi Oktober 2013. Meskipun sudah ada info sebelumnya bahwa tulisanku akan dimuat di edisi Oktober, tetap saja ini kejutan.
Di antara debu jalanan, Wayan Broklyn merekam suasana sekitarnya.
Mantan pengguna narkoba dengan jarum suntik atau injecting drug user (IDU) itu menggunakan BlackBerry untuk memotret. Tanpa melepas helm dan masih membawa tas punggung, Broklyn memotret orang-orang lewat, kendaraan hilir mudik, dan jalanan yang agak berantakan.