Drought, poverty haunt Kubu village

Anton Muhajir, Contributor, Denpasar | Thu, 10/23/2008 10:58 AM | Bali

It was a scorching hot day in Bal, a hamlet in Kubu, one of the poorest villages in Bali. The wind that swept past the village brought nothing but dry dust.

Seventeen-year-old Wayan Teken scooped water from a pond in front of his house with a pail. It was a shallow pond. The water was opaque in color and littered with dried leaves and other garbage. Teken, however, drank the water without hesitation.

Continue reading “Drought, poverty haunt Kubu village”

Menggunakan Media sebagai Alat Advokasi

Diskusi tentang media adalah alasanku untuk mengiyakan ajakan Wahyu pergi ke Surabaya. Teman di Ikatan Korban Napza (IKON) Bali, kelompok mantan atapun pengguna narkoba dengan jarum suntik yang masih aktif, itu bilang kalau teman ngobrol di Surabaya tersebut bagus untuk tempat belajar soal media dan advokasi. Maka, aku mengiyakan ajakan itu.

Selasa malam kemarin, kami pun tiba di Surabaya. Sinyo, teman sesama ex junkie di kota ini menjemput kami dengan BMW tuanya. Oh ya, acara di Surabaya ini memang untuk para pengguna ataupun mantan pengguna. Ada IKON Bali, East Java Action (EJA), dan Performa Semarang. Kami menginap di penginapan sederhana di daerah jalan Darmokali, tak jauh dari Kebun Binatang.

Continue reading “Menggunakan Media sebagai Alat Advokasi”

Farmers still neglect organic, fair trade certifications

Anton Muhajir, Contributor, Denpasar | Sun, 10/19/2008 1:34 PM | Bali

Indonesian farmers do not pay enough attention to organic and fair trade certification aimed at increasing agricultural exports, Indro Surono of PT Biocert, a certification institution for agricultural products in Denpasar, said.

Speaking at a seminar on “Social and Fairtrade: Toward Responsible and Fair Business in Agriculture”in Denpasar last week, Indro said less than 1,200 farmers in Indonesia hold organic and fair trade product certifications.

Continue reading “Farmers still neglect organic, fair trade certifications”

Mengenal Kuta dari Sudut Berbeda

“Tidak terbayang kalau tidak ikut field trip,” kata Eka Darma Saputra, anggota Bali Blogger Community (BBC) ketika kami sedang di areal Pura Dalem Celuk Waru siang tadi. Senang juga mendengar komentar Eka, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), itu. Sebab itu berarti ada gunanya juga bikin kegiatan Blogger Day Out, jalan-jalan ala blogger ini.

Blogger Day Out adalah kegiatan BBC dalam rangka Kuta Karnival. Sekitar 15 blogger lain juga ikut kegiatan pada Sabtu (18/10/08) ini. Jalan-jalan ala blogger ini berawal dari keinginan BBC untuk turut serta dalam kegiatan Kuta Karnival. Ya, sekali-kali mendukung pariwisata Bali lah.

Continue reading “Mengenal Kuta dari Sudut Berbeda”

Kuta Karnival Blogging Contest

Bali Blogger Community (BBC) proudly present

Kuta Karnival Blogging Contest

Nikmati keragaman Kuta Karnival pada 19-26 Oktober 2008 di Kuta. Lalu ceritakan semua di blog Anda. Dan, daftarkan di lomba blog bertema Kuta Karnival dan Pariwisata Bali ini.

– Pendaftaran : 16 Oktober – 30 Oktober 2008
– Batas akhir tulisan : 30 Oktober 2008

Continue reading “Kuta Karnival Blogging Contest”

Kupatan, Naik Gunung Sambil Bermaafan

Bulan Syawal masih tersisa 15 hari lagi. Jadi masih bolehlah kalau menulis soal lebaran. Kali ini tentang kupatan, tradisi merayakan lebaran seminggu setelah hari H. Aku tidak tahu jelas apakah tradisi kupatan ini hanya ada di Jawa Timur, Jawa, atau semua orang Indonesia yang merayakan Lebaran.

Sebatas yang aku tahu sih tidak ada tradisi kupatan di Bali. Di Jakarta juga tidak ada. Padahal di Mencorek, kampung halamanku di pesisir utara Lamongan, Jawa Timur, kupatan selalu jadi pelengkap lebaran. Bagi anak-anak, kupatan malah lebih meriah dibanding lebaran itu sendiri.

Continue reading “Kupatan, Naik Gunung Sambil Bermaafan”

Emak, Generasi Terakhir Penjual Garam

Asin garam adalah air susu dalam bentuk yang lain bagiku. Oleh asin garam aku dibesarkan, disekolahkan, dikuliahkan, diajarkan tentang bagaimana hidup. Bukan hanya untukku, asin garam itu pula sumber penghidupan bagi tujuh saudaraku. Bahkan sejak belum lahir, kami semua sudah akrab oleh asinnya.

Emak kami yang mengalirkan asin itu ke keseharian kami. Dia pembuat garam olahan. Dari butir-butir kristal kecoklatan bercampur tanah hasil bertani di tambak, garam itu dilarutkan di atas persegi empat dari seng sebagai tempat mengolah. Malam-malam kami selalu diisi dengan gemertak kayu bakar untuk mendidihkan garam tersebut.

Continue reading “Emak, Generasi Terakhir Penjual Garam”

Rezeki Berjuta dari Makanan Desa

Sambil mudik, makan-makan tetap harus jalan. Karena itu, mudik Lebaran tahun ini kami gunakan juga untuk cari makanan khas di sekitar desa. Lamongan punya banyak makanan khas. Kalau di Bali sih yang paling banyak ya Sari Laut Lamongan. Tak hanya di Bali. Aku yakin di tiap kota ada warung tenda khas yang kadang-kadang merusak pemandangan kota ini. Hehe..

Aku dan Bunda pun mencuri waktu satu hari untuk mencari makanan-makanan khas desa ini. Sebenarnya mungkin tidak benar-benar khas. Bisa jadi ada juga di tempat lain namun dengan nama beda. Oke. Kalau gitu aku sebut saja sebagai makanan paling terkenal di daerahku.

Continue reading “Rezeki Berjuta dari Makanan Desa”

Tentang Desa di Persimpangan Jalan

Berjarak sekitar 2 km dari pesisir utara Jawa membuat kampung halamanku, Mencorek, sangat panas. Dibanding Denpasar, tempat tinggalku sekarang, desa di bagian utara Kabupaten Lamongan ini jauh lebih panas. Tak heran, pas aku mudik pekan lalu, tanah di sawah sebelah rumahku sampai retak. Oktober ini lagi panas-panasnya.

Kalau siang, meski semua pintu sudah dibuka, kami masih pakai kipas. Pas aku main ke beberapa rumah, ternyata hampir semua rumah punya kipas angin. Barang ini seperti jadi salah satu barang wajib, selain TV, di tiap rumah.

Continue reading “Tentang Desa di Persimpangan Jalan”

Perjalanan Panjang ke Kampung Halaman

Baiklah. Mari kita mulai lagi menulis semua cerita. Meski bawaan liburan masih saja terasa, jadi ada alasan untuk males nulis, menulis toh tetep harus dilakukan. Kalau tidak, semuanya akan menguap begitu saja.

Sebagai awalan, aku nulis soal mudik pas Lebaran kemarin saja. Pertama soal perjalanan saja dulu. Besok-besok lanjut soal kampung halaman, potensi ekonomi, petani garam, dan tradisi Kupatan.

Continue reading “Perjalanan Panjang ke Kampung Halaman”