Bani Petani Kecil Kami

bani-petani

Hari Minggu pun tiba. Inilah hari ketika Bani akan ikut liburan ke sawah. Bani mau ikut Fun Sunday, liburan sambil belajar ala Yayasan Wisnu. Sejak sekitar pukul 7 kami sudah siap-siap. Sayangnya aku sendiri tidak yakin jam berapa acara akan mulai, pukul 8 apa pukul 9. Tapi kami putuskan berangkat pukul 8.30 saja.

Continue reading “Bani Petani Kecil Kami”

Pemulung Silakan Masuk

Pemulung itu berjalan tak jauh dariku. Dia menyusuri jalan Morotai Sanglah Denpasar ketika aku sedang mengetuk pintu gerbang rumah Nyoman Sutawan Kamis kemarin. Aku mau wawancara guru besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Bali yang juga ahli subak tersebut.

Tadi, di ujung utara ketika masuk jalan kecil ini aku lihat ada papan bertuliskan, “Pemulung Dilarang Masuk.” Peringatan ini sangat mudah ditemukan di berbagai tempat di Denpasar. Biasanya di gang kecil atau kompleks perumahan agak elit. Begitu pula di jalan di mana aku bertemu dengan pemulung tersebut.

Continue reading “Pemulung Silakan Masuk”

Library donations help teens read

Anton Muhajir, Contributor, Denpasar | Tue, 11/11/2008 10:56 AM | Bali

With undisguised joy, Aryani Putri and her friends immersed themselves in the three boxes of books, donated through Bali Youth Corner and delivered by Putu Eka Dharmartha.

Putri, an eighth-grader at the state’s SMP 10 junior high school and her friends, Gede Santika and Mei Rismawati, carefully began cataloging the 250 books, which consisted of novels, comic books, school books and magazines.

Continue reading “Library donations help teens read”

Farmers still neglect organic, fair trade certifications

Anton Muhajir, Contributor, Denpasar | Sun, 10/19/2008 1:34 PM | Bali

Indonesian farmers do not pay enough attention to organic and fair trade certification aimed at increasing agricultural exports, Indro Surono of PT Biocert, a certification institution for agricultural products in Denpasar, said.

Speaking at a seminar on “Social and Fairtrade: Toward Responsible and Fair Business in Agriculture”in Denpasar last week, Indro said less than 1,200 farmers in Indonesia hold organic and fair trade product certifications.

Continue reading “Farmers still neglect organic, fair trade certifications”

Street Kids Ministry provides alternative education for the needy

Anton Muhajir,  Contributor,  Denpasar | Tue, 09/16/2008 10:27 AM | Bali

The tallest among about 15 children in the room, 11-year-old Ni Wayang Komang shyly sang along with the others, clapping her hands at times.

That day she was joining an alternative school for street children in Banjar (neighborhood organization) Penyaitan, Pemecutan, West Denpasar.

The school, named Street Kids Ministry, accommodates children of low-income families in the banjar.

Continue reading “Street Kids Ministry provides alternative education for the needy”

Mereka Dikalahkan Kesombongan Negara

Kembali, kupenuhi janjiku dalam hati untuk menemui anak-anak itu. Hari ini adalah kali keempat aku mencari anak-anak tukang suun di Pasar Badung tersebut. Tapi kali ini pun gagal. Aku tak menemukan anak-anak yang pernah aku ajak ngobrol akhir Juli lalu itu.

Minggu lalu, bersama Bunda dan Bani, setengah mati aku ubek-ubek pasar terbesar di Bali itu untuk menemukan mereka. Tapi, seperti hari ini, aku juga tak menemukan satu di antara mereka.

Continue reading “Mereka Dikalahkan Kesombongan Negara”

Susahnya Mengubah Humanis jadi Bisnis

supcet

Untuk pertama kalinya Jumat (29/08) kemarin aku ikut ngobrol sambil nyeruput sup alias Soup Chat. Acaranya asik banget. Informal. Tapi isinya sangat serius, soal creative economy. Sayangnya tidak ada waktu khusus untuk saling mengenal. Jadi aku tidak bisa kenal satu per satu, kecuali dengan rombongan belogger Bali Blogger Community (BBC).

But, sebelum itu, aku tulis dulu soal Sup Chat. Obrolan santai kemarin sudah obrolan keduapuluh dari komunitas ini. Aku baca dari profil di situsnya, komunitas diskusi ini berawal dari kegelisahan kurangnya media untuk ngobrol di Denpasar. Aku kopas aja deh sebagian isinya.
Continue reading “Susahnya Mengubah Humanis jadi Bisnis”

Merayakan Kemerdekaan di Akhir Bulan

Lari Karung

Suasana peringatan kemerdekaan Indonesia masih terasa di kawasan saya tinggal. Minggu (24/08) ini kami merayakannya dengan berbagai lomba. Tidak masalah meski hari ulang tahun Proklamasi sudah lewat seminggu lalu. Yang penting kan semangatnya..

Sejak sekitar pukul 9 pagi, kami sudah bersiap-siap. Ada tujuh lomba dalam agustusan tahun ini. Antara lain lomba lari karung, makan krupuk, memasukkan paku ke botol, makan kacang pakai sumpit, memasukkan kecebong ke botol, lari menjepit botol, dan lari nyunjung botol. Lomba terakhir itu khusus untuk ibu-ibu, yang sebagian besar terbiasa menjunjung gebogan (bahan upacara) di atas kepala saat sembahyang.

Continue reading “Merayakan Kemerdekaan di Akhir Bulan”

Berbagi Jotan Saat Galungan

Met Galungan

Sekitar pukul 7 pagi ini. Saya beserta anak dan istri masih lagi asik main di dapur untuk bikin sarapan. Gede Santika, tetangga kami, sudah mengetuk pintu gerbang rumah. Saya beranjak keluar membuka pintu. Menemuinya.

Gede, murid kelas II SMP yang hampir tiap hari main di ruangan depan rumah kami seperti sebagian besar anak di gang kami, sudah berpakaian adat madya. Berbaju safari dengan bawahan kamen (sarung) dan udeng di kepala. Dia membawa jotan untuk kami.

Continue reading “Berbagi Jotan Saat Galungan”